Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Apresiasi Program Z-Mart dan Z-Auto Baznas, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin: Semoga Menginspirasi

Eka Rahmawati • Sabtu, 6 Juni 2026 | 23:08 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, mengapresiasi penyaluran zakat produktif melalui program Z-Mart dan Z-Auto yang digelar Baznas RI di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, mengapresiasi penyaluran zakat produktif melalui program Z-Mart dan Z-Auto yang digelar Baznas RI di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program zakat produktif yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Z-Mart dan Z-Auto di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat, 5 Juni 2026.

Melalui BAZNAS Kota Bogor, bantuan produktif dengan total nilai Rp500 juta disalurkan kepada sejumlah penerima manfaat yang tergabung dalam kedua program tersebut.

Jenal menilai kehadiran program tersebut menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS RI dalam mendukung berbagai upaya pemberdayaan masyarakat dan pengurangan angka kemiskinan di Kota Bogor.

Menurutnya, berbagai program sosial yang dijalankan selama ini telah menyentuh kelompok masyarakat yang memang berhak menerima bantuan sesuai ketentuan yang berlaku termasuk pengentasan kemiskinan dan kegiatan sosial yang menyasar para mustahik yang mana sasarannya merupakan warga Kota Bogor yang membutuhkan, sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Bupati Bogor Siapkan Koridor Strategis 8 Kilometer, Gabungkan Infrastruktur, Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal

Ia menjelaskan, konsep zakat produktif memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk membangun usaha yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

Jadi Inspirasi BUMD dan Perusahaan Swasta

Wakil Wali Kota Bogor itu pun berharap program serupa bisa menjadi inspirasi bagi kalangan dunia usaha maupun badan usaha milik daerah atau BUMD untuk ikut menghadirkan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat Corporate Social Responsibility (CSR) maupun Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha kecil, bengkel, maupun warung kelontong berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus membuka lapangan pekerjaan di lingkungan sekitar.

"Baik itu bengkel, UMKM, ataupun warung kelontong yang bisa berkembang dan merekrut tenaga kerja, semoga ke depannya program ini terus konsisten, semakin berkembang, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak," ujar Jenal dalam keterangannya dilansir dari laman Pemerintah Kota Bogor.

Pada kesempatan yang sama Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program Z-Mart memperoleh alokasi dana sebesar Rp400 juta yang diberikan kepada 50 penerima manfaat.

Program tersebut, kata dia, merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan warung kelontong yang dikelola menggunakan dukungan dana zakat, infak, dan sedekah.

"Kami tadi me-launching program Z-Mart senilai Rp400 juta untuk 50 penerima manfaat. Z-Mart ini adalah warung kelontong yang berbasis dana zakat, infak, dan sedekah," jelas Idy.

Selain Z-Mart, BAZNAS RI juga menyalurkan bantuan melalui program Z-Auto yang berfokus pada pengembangan usaha bengkel sepeda motor. Program ini diberikan kepada lima penerima manfaat dengan nilai bantuan masing-masing sebesar Rp20 juta.

Menurut Idy, kedua program tersebut merupakan bagian dari strategi zakat produktif yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi para mustahik.

"Kedua program ini merupakan salah satu bentuk program zakat produktif. Kami berharap para penerima manfaat dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki, minimal menjadi munfik atau orang yang mampu berinfak dan bersedekah," tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh peserta program merupakan warga kurang mampu yang mendapatkan pendampingan dan pembinaan agar memiliki kemampuan berwirausaha maupun keterampilan teknis sebagai mekanik sepeda motor.

Idy juga menyebutkan bahwa bantuan yang disalurkan saat ini berasal dari anggaran BAZNAS RI. Ke depan, pihaknya berharap program serupa dapat diperluas dengan dukungan pembiayaan dari BAZNAS Kota Bogor sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Ini anggaran dari BAZNAS RI. Ke depan, kami juga mengharapkan ada program yang sama yang bersumber dari dana BAZNAS Kota Bogor," pungkasnya.

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #Jenal Mutaqin #baznas