Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Bantar Kemang Bogor Geger! Temukan Bayi Laki-Laki di Dalam Kardus Dekat Tempat Sampah, Ada Popok hingga Selimut

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 8 Juni 2026 | 11:19 WIB
Temuan bayi laki-laki di wilayah Bantar Kemang, Kota Bogor. (Foto : Polsek Bogor Timur for Radar Bogor)
Temuan bayi laki-laki di wilayah Bantar Kemang, Kota Bogor. (Foto : Polsek Bogor Timur for Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Penemuan bayi laki-laki di Kelurahan Bantar Kemang, RT 04 RW 05 Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor membuat geger warga sekitar, Senin 8 Juni 2026 pagi. 

Bayi laki-laki itu  ditemukan masih dalam keadaan hidup. Ia disimpan di dalam sebuah kardus yang dilengkapi dengan segala peralatannya.

Peralatan yang dimaskud yakni, popok, selimut, hingga bantal. Bayi laki-laki tersebut sesekali menguap yang membuat warga sekitar miris.

Kapolsek Bogor Timur, AKP Asep Sundana membenarkan informasi ini. Bayi laki-laki itu pertama kali ditemukan warga sekitar yang lokasi di dekat boks sampah.

“Yang pertama kali menemukan warga, itu penemuannya di dekat boks sampah, disitu ada boks sampah dekat lapangan basket,” kata Asep.

Warga sekitar disebut Asep sontak geger. Mereka kemudian melaporkan temuan bayi ini ke aparat kepolisian termasuk tenaga medis. 

Baca Juga: Cari Wisata Alam untuk Liburan? Ini 6 Rekomendasi Glamping di Bogor yang Punya Trekking Seru dan Curug Ramah Anak

“Masih hidup, dibawa ke Puskesmas Bogor Timur sama Inafis dan Dinsos, sekarang masih dicek kesehatannya,” terang Asep pada Radar Bogor, Senin 8 Juni 2026.

Temuan bayi laki-laki di Kota Bogor bukan kali pertama terjadi. Teranyar temuan serupa terjadi di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal.

Warga sekitar menemukan bayi yang lagi-lagi ditemukan di dalam kardus. Mereka sempat mengira bayi tersebut adalah bangkai kucing.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim sebelumnya sempat angkat suara soal banyaknya temuan bayi di daerah teritorialnya.

Dia mengatakan membuang bayi termasuk perbuatan keji dan pelakunya mesti diberi efek jera.

“Walau bagaimanapun seorang bayi itu punya hak asasi, harus kita lindungi. Kalau mereka melakukan perbuatan seperti itu, itu hal yang biadab dan harus dihukum berat,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, DP3A diminta untuk turun gunung. Menjemput bola, dalam melayani keluarga yang tidak mampu dari segi finansial.

Mereka disebut Dedie bisa mendapatkan layanan konseling langsung. Sehingga kasus pembuangan bayi tidak lagi terjadi di Kota Bogor.

Baca Juga: Timnas Swiss Hadapi Tantangan Tak Biasa Jelang Piala Dunia 2026, Area Latihan Ditemukan Banyak Ular Liar

“Ini fakta, bahwa kalau tidak ada perencanaan dan edukasi membangun keluarga, pada akhirnya tadikan tidak siap dan kemudian yang dikorbankan buah hatinya,” ucap Dedie.

Dedie pun mendorong kepada seluruh lembaga pendidikan untuk kembali menggencarkan pendidikan karakter. Langkah ini digaransi dapat menjadi solusi jangka panjang.

“Ilmu dan adab itu harus dipelajari lewat pendidikan, dan kurikulum yang ada di sekolah, supaya anak-anak lebih memahami bagaimana membangun keluarga yang sakinah mawadah warahmah,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #bayi laki-laki #bantar kemang