RADAR BOGOR – Pemkot Bogor menegaskan pelaksanaan Job Fair Kota Bogor bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata membuka peluang kerja masyarakat.
Job Fair yang digelar di Plaza Jambu Dua, Senin 8 Juni 2026 ini menyediakan ribuan lowongan kerja dari puluhan perusahaan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut tahun ini tersedia sekitar 3.212 lowongan pekerjaan dari 116 jabatan yang ditawarkan dalam Job Fair.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1.700 lowongan.
“Job fair ini adalah peluang yang terbuka luas bagi masyarakat, tidak hanya untuk warga Bogor saja. Jadi, masyarakat dari luar Kota Bogor juga berhak untuk ikut terlibat mendaftar,” ujarnya.
Ia menilai sangat disayangkan jika warga Kota Bogor tidak memanfaatkan kesempatan tersebut.
Baca Juga: Link Pengumuman Kelulusan Sekolah Maung 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Cek Hasil Seleksi Online
Terlebih, banyak lowongan yang tidak mensyaratkan pendidikan tinggi, bahkan lulusan SMP dan SMA tetap memiliki peluang untuk bekerja.
Jenal menegaskan, Pemkot Bogor berkomitmen memastikan proses rekrutmen berjalan profesional tanpa adanya praktik titip-menitip.
Ia juga meminta seluruh perusahaan yang terlibat untuk menjaga integritas dalam proses seleksi tenaga kerja.
“Kami pastikan tidak ada diskriminasi, tidak ada prioritas titip-menitip dari pejabat mana pun. Perusahaan harus bekerja secara profesional,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Bogor juga mewajibkan perusahaan peserta untuk melaporkan hasil rekrutmen setelah kegiatan berlangsung.
Data tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan penyerapan tenaga kerja dari kegiatan tersebut.
Jenal juga mendorong adanya testimoni dari peserta job fair tahun sebelumnya yang telah berhasil mendapatkan pekerjaan.
Hal ini dinilai penting untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan profesional.
Ia menambahkan, kehadiran langsung di lokasi menjadi penting karena sejumlah perusahaan membuka sesi wawancara langsung.
Dengan begitu, peluang diterima bekerja menjadi lebih besar dibandingkan hanya mendaftar secara daring.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor, Adi Novan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 30 perusahaan nasional.
Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan tingginya komitmen dunia usaha dalam mendukung penyerapan tenaga kerja.
Hingga hari pelaksanaan, jumlah pendaftar yang tercatat secara online telah mencapai lebih dari 6.800 orang.
Disnaker juga tetap membuka pendaftaran langsung di lokasi bagi pencari kerja yang belum sempat mendaftar sebelumnya.
“Bursa kerja ini merupakan salah satu upaya kami untuk mempertemukan potensi lowongan kerja dengan para pencari kerja. Mudah-mudahan seluruh peluang yang tersedia bisa terserap,” kata Adi.
Ia menyebutkan, angka pengangguran di Kota Bogor saat ini masih berada di kisaran 45 ribu orang.
Dengan adanya job fair ini, pihaknya berharap dapat menekan angka tersebut secara bertahap melalui penyerapan tenaga kerja.
Selain itu, Disnaker juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti bursa kerja.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang kerja yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Adi menambahkan, setelah pelaksanaan job fair tahap pertama ini, pihaknya berencana menggelar kegiatan serupa pada tahap kedua dalam beberapa bulan ke depan.
Evaluasi dari hasil penyerapan tenaga kerja akan menjadi dasar untuk penyelenggaraan berikutnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin