Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Antisipasi Dampak El Nino dan Kemarau Panjang, Pemkot Bogor Tanam 544 Pohon di TPS3R Mekarwangi

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 8 Juni 2026 | 13:42 WIB
Ceremony penanaman 544 jenis pohon di TPS3R Mekarwangi Kota Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Ceremony penanaman 544 jenis pohon di TPS3R Mekarwangi Kota Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pemkot Bogor mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi ancaman El Nino dengan melakukan penanaman pohon secara serentak.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi dampak potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, memimpin langsung kegiatan penanaman pohon yang dipusatkan di TPS3R Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, pada Senin, 8 Juni 2026. Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 544 pohon ditanam, yang terdiri dari pohon pelindung dan pohon buah sebagai bagian dari upaya penghijauan di wilayah Kota Bogor.

Dedie menegaskan bahwa fenomena El Nino tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi tersebut diperkirakan berlangsung cukup lama.

Baca Juga: Rivera Bogor Hadirkan Promo Liburan Sekolah 2026, Tiket Beli 1 Gratis 1 hingga Wahana Edukasi Lengkap

“Berdasarkan rilis BMKG, diperkirakan mulai Juni 2026 hingga Maret 2027 akan terjadi El Nino yang berdampak pada musim kemarau berkepanjangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut juga diperparah oleh menurunnya daya dukung sumber air di sejumlah wilayah, sehingga upaya pelestarian lingkungan menjadi semakin penting.

Menurutnya, penanaman pohon merupakan salah satu langkah nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam merawat alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk kembali menanam pohon,” jelas Dedie.

Selain kegiatan penghijauan, Wali Kota Bogor juga meninjau langsung operasional TPS3R Mekarwangi.

Ia mengapresiasi pengelolaan sampah di lokasi tersebut yang dinilai sudah berkembang cukup baik dan menghasilkan produk bernilai ekonomis.

Baca Juga: Aksi Balap Liar di Kota Bogor Telan Korban Jiwa, Pemkot Janji Bentuk Tim Patroli

Beberapa produk hasil olahan sampah, seperti sumur resapan berbahan plastik daur ulang hingga meja (table top), telah berhasil dikembangkan dan bahkan memiliki potensi pasar.

“Pengelolaan di sini sudah cukup baik, bahkan sudah ada riset dan pengembangan sehingga menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan dan dijual,” kata Dedie.

Ia juga mendorong pengelola TPS3R untuk terus meningkatkan kapasitas pengolahan sampah, termasuk mengembangkan produk turunan seperti kanstin dan box utilitas dari hasil daur ulang.

Menurutnya, pengembangan produk berbasis sampah tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Jika produk ini berasal dari sampah lokal, tentu memiliki nilai tambah. Ini juga menjadi pembelajaran penting menjelang pengoperasian fasilitas PSEL, agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kemarau #pemkot bogor #penanaman pohon