Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Berburu Kerja di Job Fair Kota Bogor, Pencari Kerja Ngaku Lamar Apa Saja yang Penting Diterima

Fikri Rahmat Utama • Senin, 8 Juni 2026 | 14:07 WIB
Ratusan pencari kerja memadati arena  Job Fair di Lantai 2 Plaza Jambu Dua Kota Bogor, Senin 8 Juni 2026. (Foto : Sofyansyah/Radar Bogor)
Ratusan pencari kerja memadati arena Job Fair di Lantai 2 Plaza Jambu Dua Kota Bogor, Senin 8 Juni 2026. (Foto : Sofyansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Ribuan pencari kerja memadati pembukaan Bursa Kerja atau Job Fair 2026 yang digelar di Mal Plaza Jambu Dua, Kota Bogor, Senin 8 Juni 2026. 

Job Fair yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor ini menggandeng 30 perusahaan, baik lokal maupun nasional.

Kolaborasi tersebut membuka 119 jabatan dengan total 3.212 lowongan pekerjaan yang dapat diakses masyarakat luas.

Di tengah banyaknya pilihan lowongan, sebagian pencari kerja mengaku memilih melamar di berbagai posisi tanpa terlalu mempertimbangkan latar belakang. Hal itu dilakukan demi memperbesar peluang untuk bisa diterima bekerja.

Salah satunya Nurul (27), warga Ciawi, yang datang dengan harapan bisa segera mendapatkan pekerjaan.

Ia mengaku tidak terlalu selektif selama masih memenuhi kualifikasi dasar yang dibutuhkan.

Baca Juga: Besok Dimulai! 10 Jam War Tiket Konser BTS ARIRANG di Indonesia, ARMY Bersiap Rebut Kursi Impian

“Rencananya mau melamar di banyak bagian, pokoknya apa saja yang tersedia, ya mudah-mudahan ada rezekinya di sini,” ujarnya.

Nurul mengaku bukan lulusan baru dan telah memiliki pengalaman kerja sebelumnya.

Namun, saat ini ia tengah menganggur dan berupaya mencari peluang baru melalui job fair tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu para pencari kerja, terutama bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan dalam waktu cepat.

Meski demikian, ia menilai mencari kerja secara mandiri maupun melalui job fair tetap memiliki peluang yang sama. “Yang penting kita berusaha, lewat jalur mana saja sama saja,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan Herlina dan Okta (18), lulusan SMKN 3 Bogor jurusan kecantikan.

Sebagai lulusan baru, keduanya mengaku masih kebingungan menentukan posisi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka.

Mereka menilai lowongan untuk jurusan kecantikan masih terbatas, bahkan sebagian besar justru mengarah ke peluang kerja di luar negeri.

Kondisi itu membuat mereka akhirnya mencoba melamar di berbagai posisi yang tersedia.

“Sekarang prinsipnya apa saja dicoba, walau posisinya agak jauh dari jurusan kami,” ujar mereka.

Baca Juga: Udeh Resmi Nih, Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Era Baru Macan Kemayoran

Meski demikian, keduanya tetap merasa terbantu dengan adanya job fair karena dapat mengakses banyak perusahaan dalam satu lokasi.

Mereka berharap peluang tersebut bisa membuka jalan untuk mendapatkan pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Bogor, Adi Novan, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor dalam menekan angka pengangguran yang masih cukup tinggi.

Berdasarkan data, tingkat pengangguran di Kota Bogor saat ini mencapai sekitar 7,9 persen atau setara dengan 45 ribu orang.

Kondisi ini diperparah dengan terus bertambahnya lulusan baru setiap tahun yang belum sepenuhnya terserap pasar kerja.

“Job fair ini menjadi salah satu upaya kami untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Harapan kami penyerapan tenaga kerja bisa maksimal,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, mengapresiasi langkah Pemkot Bogor dalam membuka peluang kerja secara masif.

Ia menilai kolaborasi dengan berbagai perusahaan menjadi langkah penting dalam mengurangi angka pengangguran.

Baca Juga: Soal Polemik SHGB PT BSS, Wabup Bogor Jaro Ade Bantah Intervensi Kades di Cigombong dan Cijeruk 

“Kami mendukung penuh setiap langkah pemerintah untuk menciptakan peluang kerja baru. Ini momentum penting untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Bogor,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembaruan data pengangguran secara akurat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #Plaza Jambu Dua #job fair