RADAR BOGOR - Empat jabatan pimpinan tinggi di Kota Bogor bakal ditinggal pensiun tahun ini. Kondisi itu memberi sinyal bakal ada rotasi pejabat di lingkungan Pemkot Bogor.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi membenarkan informasi tersebut. Pihaknya sudah menyiapkan dua skema pengisian jabatan pimpinan tinggi tersebut.
“Ada dua bisa rotasi bisa juga mantel,” jelas Denny pada Radar Bogor, Selasa 9 Juni 2026.
Denny menjelaskan mantel adalah skema umum yang biasa digunakan untuk mengisi kekosongan jabatan. Skema ini juga bisa disebut dengan promosi.
Pengisian kursi jabatan yang kosong tidak bisa dilakukan sekaligus. Denny mengungkapkan semua butuh proses termasuk kelengkapan administrasinya.
“Jadi nanti sambil senya berproses itu akan ada Pelaksana Tugas (PLT) dulu,” kata Denny saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahadian menjelaskan pensiun atau purna tugas sebetulnya sudah hal lumrah. Sebab PNS punya masa kerja berbeda.
“Iya tahun ini ada empat. Iya (PLT) karena akan ada kekosongan jabatan,” kata Dani beberapa waktu lalu.
Jabatan yang akan ditinggal pensiun itu di antaranya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang kini dijabat oleh Deni Wismanto.
Deni sendiri akan purna tugas pada 1 Juli 2026 mendatang. Berikutnya yaitu Sekretaris DPRD Kota Bogor yang kini dijabat oleh Boris Darussalam.
“Beliau per 1 Oktober nanti. Berikutnya Kepala DKPP Doddy Ahdiat yang akan pensiun pada 1 November dan terakhir Deni Hendana, Staf Ahli Walikota,” ungkap Dani.
Jabatan Sekretaris Daerah Kota Bogor juga dalam waktu dekat bakal ditinggal pensiun. Denny Mulyadi dikabarkan akan masuk purna tugas pada tahun 2027 mendatang.
“Kalau pa Sekda tahun depan 2027, terhitung per tanggal Agustus nanti,” terang Dani saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Secara umum, rata-rata ada ratusan pejabat di Kota Bogor yang pensiun setiap tahunya. Bagi Dani ini hal biasa bukan persoalan besar.
“Kalau ditotal secara keseluruhan ada sekitar 300 an pegawai yang pensiun per tahun, mencakup jabatan struktural maupun fungsional,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin