RADAR BOGOR – Sejumlah warga di Jalan Mayor Oking, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mengeluhkan aktivitas anjing yang berkeliaran di lingkungannya.
Keresahan warga semakin meningkat setelah muncul kabar seorang anak berusia 9 tahun meninggal dunia akibat diserang anjing pemburu yang dilepas di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor.
Keluhan tersebut disampaikan warga kepada pengurus lingkungan dan pemerintah setempat, selain menimbulkan rasa khawatir, keberadaan anjing yang berkeliaran juga dinilai mengganggu kenyamanan warga.
Ketua RT 04 RW 06 Kelurahan Cibogor, Gunara, membenarkan adanya laporan dari warga terkait persoalan tersebut. Menurutnya, keluhan mengenai anjing yang berkeliaran sebenarnya sudah beberapa kali diterima, tetapi belakangan kembali mencuat seiring adanya peristiwa di Jasinga.
Baca Juga: Pemkot Bogor Raih WTP ke-10, Dedie Rachim Minta Kinerja Pemerintahan Terus Ditingkatkan
“Ya, betul ada keluhan atau keresahan warga di Mayor Oking terkait banyak anjing yang berkeliaran dan mengganggu kenyamanan serta ketertiban warga,” ujar Gunara, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut turut disampaikan warga saat kegiatan pembinaan Posyandu Kota yang berlangsung di Kelurahan Ciwaringin. Dalam forum tersebut, warga meminta adanya langkah penanganan agar keresahan tidak terus berlanjut.
Gunara mengungkapkan, anjing-anjing yang sering terlihat berkeliaran tersebut diketahui bukan hewan liar, melainkan milik salah seorang warga setempat. Selain keberadaannya di jalan lingkungan, warga juga kerap mengeluhkan kotoran hewan yang ditemukan di sejumlah titik.
“Kerap ada laporan ke kami dan sudah ditindaklanjuti, tapi ternyata berulang lagi, apalagi warga membaca berita soal kejadian di Jasinga, maka kekhawatiran mereka semakin bertambah,” katanya.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kelurahan untuk mendapatkan tindak lanjut. Menurut Gunara, warga berharap ada solusi agar lingkungan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sementara itu, Lurah Cibogor, Teguh Setyawan mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari warga dan langsung melakukan penelusuran. Dari hasil pengecekan, anjing yang dikeluhkan warga diketahui memiliki pemilik dan bukan termasuk anjing liar.
“Ya, kami telusuri ternyata itu milik salah satu warga, awalnya hanya satu anjing kemudian bertambah setelah beranak pinak,” terangnya.
Pihak kelurahan kemudian berkomunikasi dengan pemilik anjing sekaligus meminta keterangan dari warga sekitar.
Teguh mengatakan, apabila hewan tersebut merupakan anjing liar, proses evakuasi dapat dilakukan dengan melibatkan petugas terkait. Namun karena ada pemiliknya, langkah yang ditempuh adalah pendekatan dan pembinaan.
Menurutnya, pemilik telah diminta untuk tidak lagi membiarkan anjing berkeliaran bebas di lingkungan permukiman. Selain itu, pemilik juga menyampaikan rencana untuk mengurangi jumlah anjing yang dipelihara.
“Versi pemilik, anjing-anjingnya akan dijual agar tidak ada lagi keresahan masyarakat,” katanya.
Teguh menambahkan, pemerintah kelurahan bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut agar tidak menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Keresahan warga semakin bertambah setelah ada kejadian di Jasinga karena itu kami segera menindaklanjuti aduan yang masuk,” pungkasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati