RADAR BOGOR - Pengalihan jatah MBG dari sekolah elit mendapat respon Pemkot Bogor. Tim Satgas Percepatan MBG akan segera membahas wacana tersebut.
Sekretaris Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Bogor, Irfan Zaky Faizal menjelaskan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh SPPG yang ada.
“Sebetulnya kami setiap bulan rutin rapat koordinasi dengan KPPG dan SPPG regional Bogor dan yang itu (Eliminasi MBG) nanti akan kami bahas juga,” jelasnya.
Agenda rapat tersebut dinilai penting, sebab hingga saat ini belum ada aturan pasti terkait sekolah seperti apa yang bisa disebut elit atau mampu.
“Saya agak bingung mangkategorikan sekolah elit itu seperti apa. Mangkannya ini perlu dibahas,” kata Irfan kepada Radar Bogor, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca Juga: Penerimaan Murid Baru Ricuh, Anggota DPRD Jawa Barat Kritik Sistem PCMB
Namun ia tidak menampik bahwa sejak berlangsungnya program MBG ada beberapa sekolah swasta di Kota Bogor yang menolak untuk menerimanya.
“Lebih kurang ada 10 sekolah, kaya misal Kesatuan, Regina Pacis, Insan Kamil, itu mereka menolak sejak awal, karena mungkin punya dapur sekolah,” bebernya.
Di Kota Bogor sendiri ada 50 lebih sekolah swasta yang masih menerima MBG. Angka ini merupakan gabungan dari jenjang pendidikan SD hingga SMA.
“Iya memang masih banyak juga sekolah swasta yang nerima MBG. Kalau datanya kami masih koordinasi yang pasti ada lebih dari 50 sekolah,” ujarnya.
Irfan enggan berkomentar banyak terkait respon pihaknya dalam menyikapi wacan pencoretan sekolah mampu dari daftar penerima MBG.
Pemerintah Kota Bogor pada dasarnya mendukung program MBG. Namun ia berharap pelaksanaannya dapat terus diperbaiki.
Irfan turut membocorkan bahwa sebanyak dua SPPG atau dapur MBG yang belum lama terkena suspend dari Badan Gizi Nasional alias BGN.
“Yang disuspend itu yang di Kedung Badak 3 dan di Tanah Baru. Tapi informasinya minggu ini sudah mulai jalan lagi,” terangnya.
Irfan menjelaskan mereka sudah memperbaiki sejumlah catatan yang diberikan oleh BGN. Seperti misalnya Sarpas dan layout dapurnya.
“Kan itu si penilainya dari BGN langsung kemarin ada dua yang disuspen. Tapi sekarang sudah mulai berjalan lagi. Mereka sudah perbaiki rekomendasinya,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati