RADAR BOGOR – Forum Ekonomi Kreatif Kota Bogor (REKA Bogor) kembali menyelenggarakan Rekaloka 2026 di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor. Kegiatan ini menjadi wadah kompetisi sekaligus pengembangan kemampuan bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bogor.
Ketua REKA Bogor, Georgian Marcello, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bogor. Menurutnya, Rekaloka tidak hanya berfungsi sebagai ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha kreatif.
“REKA Bogor kembali mengadakan Rekaloka, sebuah kompetisi bisnis kreatif yang diikuti pelaku ekonomi kreatif dari Kota Bogor. Tahun ini terdapat sekitar 25 peserta dan lima di antaranya berhasil melaju ke babak final,” ujar Georgian, Rabu, 10 Juni 2026.
Baca Juga: Wamendagri Bima Arya Tegaskan Tak Terlibat Kasus Korupsi MBG
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Kadin Kota Bogor itu mengatakan, para finalis akan memperebutkan total hadiah senilai Rp30 juta yang diberikan dalam bentuk dukungan modal usaha. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan bisnis para peserta sekaligus mendorong mereka untuk meningkatkan skala usaha dan memperluas jangkauan pasar.
“Lima finalis yang tampil hari ini akan bersaing memperebutkan hadiah untuk tiga pemenang terbaik. Dukungan modal ini diharapkan dapat membantu perkembangan usaha mereka,” katanya.
Selain kompetisi utama, REKA Bogor juga menyelenggarakan workshop mengenai literasi keuangan dan pemasaran digital yang diikuti hampir 100 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan serta memanfaatkan strategi pemasaran berbasis digital secara lebih optimal.
Menurut Georgian, pemahaman mengenai pencatatan dan pengelolaan keuangan yang baik sangat penting agar pelaku usaha mampu meningkatkan keuntungan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, Rekaloka telah diselenggarakan secara berkesinambungan selama empat tahun, sejak 2023 hingga 2026. Selama periode tersebut, program ini telah melibatkan sekitar 700 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor di Kota Bogor.
“Secara keseluruhan, jumlah peserta yang pernah terlibat dalam program ini mencapai sekitar 700 orang. Sementara untuk workshop tahun ini diikuti hampir 100 peserta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Georgian menilai penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam mendukung upaya Kota Bogor menuju jaringan Kota Kreatif UNESCO. Upaya tersebut sejalan dengan status Kota Bogor yang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif kategori seni pertunjukan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif.
Ia berharap keberadaan REKA Bogor dapat turut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sehingga mendukung langkah Kota Bogor meraih pengakuan sebagai Kota Kreatif UNESCO di masa mendatang.
Peserta Rekaloka 2026 berasal dari beragam subsektor ekonomi kreatif, seperti fesyen, kriya, fotografi, desain grafis, desain eksterior, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Keberagaman bidang usaha tersebut mencerminkan besarnya potensi industri kreatif yang dimiliki Kota Bogor.
“Ada peserta yang bergerak di bidang desain studio, desain eksterior, layanan berbasis AI, fesyen, fotografi, hingga berbagai usaha kreatif lainnya yang menawarkan inovasi dan karakter unik,” jelas Georgian.
Tahap seleksi awal telah dilakukan pada akhir pekan lalu melalui presentasi di hadapan dewan juri yang berasal dari unsur Pemerintah Kota Bogor, dunia usaha, dan REKA Bogor. Penilaian tidak hanya berfokus pada aspek inovasi dan model bisnis, tetapi juga memperhatikan dampak sosial yang dihasilkan dari usaha para peserta.
“Dampak sosial menjadi salah satu aspek yang paling kami perhatikan dalam proses penilaian, selain inovasi dan potensi bisnis yang dimiliki peserta,” tegasnya.
Mengusung tema “Inovasi Kota Bogor untuk Kota Kreatif Dunia”, Rekaloka 2026 menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk menampilkan ide dan inovasi yang berpotensi memperkuat identitas Kota Bogor di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu peserta yang menarik perhatian dewan juri berasal dari sektor desain digital yang mengembangkan bisnis pembuatan font atau huruf digital untuk kebutuhan situs web dan berbagai produk kreatif lainnya. Inovasi tersebut menunjukkan kemampuan pelaku ekonomi kreatif Bogor dalam beradaptasi dan bersaing di era digital.
Pada akhir kompetisi, dewan juri menetapkan tiga pemenang terbaik. Posisi juara pertama diraih oleh Attype Studio, juara kedua Gradasi Alam, dan juara ketiga Saisoku. Ketiganya memperoleh dukungan modal usaha sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk mengembangkan bisnis kreatif yang mereka jalankan.(uma)