Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hotel di Kota Bogor Makin Ramai, Tingkat Hunian Tembus Hampir 50 Persen

Siti Dewi Yanti • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:45 WIB
Tingkat hunian hotel di Kota Bogor mengalami kenaikan.
Tingkat hunian hotel di Kota Bogor mengalami kenaikan.

RADAR BOGOR - Industri perhotelan di Kota Bogor menunjukkan tren positif pada April 2026. 

Setelah sempat mengalami fluktuasi pada awal tahun, tingkat hunian kamar hotel kembali meningkat dan memberikan sinyal pemulihan yang kuat bagi sektor pariwisata serta ekonomi daerah.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada April 2026 mencapai 49,79 persen. 

Baca Juga: Di Rancabungur Bogor Tukang Pijat Dibegal, Polisi Beberkan Kronologinya

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 7,10 poin dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar 42,69 persen.

Tidak hanya meningkat secara bulanan, capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Dibandingkan April 2025, tingkat hunian hotel di Kota Bogor naik 5,14 poin, menandakan permintaan akomodasi yang semakin membaik.

Hotel Bintang Jadi Favorit Wisatawan dan Pelaku Perjalanan

Peningkatan okupansi paling menonjol terjadi pada hotel berbintang. 

Data BPS Kota Bogor menunjukkan bahwa TPK hotel bintang pada April 2026 mencapai 52,39 persen.

Angka tersebut naik cukup signifikan dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 44,93 persen. 

Kenaikan ini memperlihatkan bahwa hotel berbintang masih menjadi pilihan utama wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis yang berkunjung ke Kota Bogor.

Sementara itu, hotel non bintang juga mengalami pertumbuhan yang positif. 

Tingkat hunian pada kategori ini tercatat sebesar 38,29 persen, meningkat dari 32,77 persen pada bulan sebelumnya.

Peningkatan okupansi di kedua kategori hotel menunjukkan bahwa aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat menuju Kota Bogor masih tetap tinggi sepanjang April 2026.

Berapa Lama Wisatawan Menginap di Kota Bogor?

Selain tingkat hunian, data BPS juga mengungkap rata-rata lama menginap tamu hotel di Kota Bogor.

Pada April 2026, tamu yang menginap di hotel berbintang tercatat menghabiskan waktu rata-rata 1,37 malam. 

Baca Juga: Bus Dihentikan di DPR, Ribuan Mahasiswa UI Nekat Jalan Kaki Menuju Bundaran HI

Sementara tamu hotel non bintang memiliki rata-rata lama menginap 1,23 malam.

Menariknya, wisatawan mancanegara tercatat memiliki durasi tinggal yang jauh lebih panjang dibanding wisatawan domestik. 

Rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 3,26 malam, sedangkan wisatawan nusantara hanya sekitar 1,34 malam.

Data ini menunjukkan, wisatawan internasional cenderung menghabiskan waktu lebih lama untuk menikmati berbagai destinasi dan aktivitas di Kota Bogor.

Kunjungan Wisatawan Nusantara Turun, Tetapi Tetap Tembus Ratusan Ribu Perjalanan

Di tengah meningkatnya okupansi hotel, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Kota Bogor justru mengalami penurunan pada April 2026.

BPS Kota Bogor mencatat, jumlah perjalanan wisatawan domestik yang menjadikan Kota Bogor sebagai tujuan mencapai 775.256 perjalanan.

Meski masih tergolong tinggi, angka tersebut turun sekitar 10,81 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 869.175 perjalanan.

Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh faktor musiman, perubahan pola perjalanan masyarakat, serta berakhirnya sejumlah momentum libur panjang yang sebelumnya mendorong lonjakan kunjungan pada bulan Maret.

Sinyal Positif bagi Industri Pariwisata Kota Bogor

Meskipun jumlah perjalanan wisatawan nusantara mengalami penurunan, meningkatnya tingkat hunian hotel menjadi indikator bahwa sektor pariwisata Kota Bogor masih memiliki daya tarik yang kuat.

Baca Juga: Komitmen Pemberdayaan Masyarakat Berbuah Prestasi, Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong Bogor Raih Penghargaan CSR Jawa Barat 2026

Kenaikan okupansi hotel berbintang maupun non bintang menunjukkan, Kota Hujan tetap menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan, pelaku perjalanan bisnis, maupun masyarakat yang mencari lokasi liburan singkat di kawasan Jabodetabek.

Jika tren positif ini terus berlanjut, sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha wisata di Kota Bogor berpotensi memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar pada paruh kedua tahun 2026. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#kota bogor #hotel #bps #kamar