RADAR BOGOR - Industri perhotelan di Kota Bogor menunjukkan performa yang semakin membaik pada April 2026.
Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor memperlihatkan, adanya lonjakan tingkat hunian kamar hotel, baik pada kategori hotel berbintang maupun non bintang.
Peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah yang terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas perjalanan dan kunjungan ke Kota Hujan.
Berdasarkan data BPS Kota Bogor, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan pada April 2026 mencapai 49,79 persen.
Angka tersebut naik 7,10 poin dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 42,69 persen.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja hotel di Kota Bogor juga mengalami pertumbuhan.
TPK April 2026 tercatat lebih tinggi 5,14 poin dibandingkan April 2025 yang sebesar 44,65 persen.
Hotel Berbintang Catat Kinerja Positif, Tembus 52,39 Persen
Kontributor terbesar dalam peningkatan okupansi berasal dari hotel berbintang.
Pada April 2026, tingkat hunian hotel berbintang mencapai 52,39 persen.
Capaian tersebut meningkat 7,47 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 44,93 persen.
Sementara secara tahunan, okupansi hotel berbintang juga tumbuh 5,63 poin dibandingkan April 2025 yang mencapai 46,76 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap akomodasi berkualitas di Kota Bogor masih cukup tinggi, baik dari wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis.
Hotel Non Bintang Ikut Terkerek Naik
Tidak hanya hotel berbintang, kategori hotel non bintang juga mencatat pertumbuhan yang menggembirakan.
Pada April 2026, tingkat hunian hotel non bintang berada di angka 38,29 persen, meningkat dari 32,77 persen pada Maret 2026 atau naik 5,52 poin.
Baca Juga: Di Rancabungur Bogor Tukang Pijat Dibegal, Polisi Beberkan Kronologinya
Jika dibandingkan dengan April tahun lalu, okupansi hotel non bintang juga mengalami peningkatan sebesar 2,34 poin dari 35,95 persen menjadi 38,29 persen.
Kenaikan ini mengindikasikan, berbagai segmen wisatawan tetap memilih Kota Bogor sebagai destinasi perjalanan, termasuk mereka yang mencari akomodasi dengan harga lebih terjangkau.
Hotel Bintang 2 Jadi Primadona, Okupansi Tertinggi di Kota Bogor
Di antara seluruh klasifikasi hotel berbintang, hotel bintang 2 tampil sebagai kategori dengan tingkat hunian tertinggi selama April 2026.
TPK hotel bintang 2 tercatat mencapai 63,16 persen, jauh melampaui kategori hotel lainnya.
Angka tersebut meningkat 10,54 poin dibandingkan Maret 2026 yang berada di angka 52,62 persen.
Secara tahunan, hotel bintang 2 juga mengalami pertumbuhan sebesar 3,15 poin dibandingkan April 2025 yang tercatat 60,01 persen.
Capaian ini menunjukkan, hotel bintang 2 menjadi pilihan favorit wisatawan karena dinilai mampu menawarkan keseimbangan antara fasilitas dan harga yang kompetitif.
Hotel Bintang 3 dan Bintang 4 Ikut Menguat
Tren positif juga terjadi pada hotel bintang 3.
Tingkat hunian kategori ini mencapai 55,03 persen pada April 2026.
Angka tersebut naik 7,73 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 47,30 persen.
Baca Juga: Bus Dihentikan di DPR, Ribuan Mahasiswa UI Nekat Jalan Kaki Menuju Bundaran HI
Jika dibandingkan April 2025, pertumbuhannya mencapai 6,67 poin dari sebelumnya 48,36 persen.
Sementara itu, hotel bintang 4 membukukan tingkat hunian sebesar 48,34 persen.
Okupansi kategori ini meningkat 6,33 poin dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 42,01 persen.
Secara tahunan, hotel bintang 4 bahkan mencatat kenaikan yang cukup impresif sebesar 7,20 poin dibandingkan April 2025 yang berada di angka 41,14 persen.
Hotel Bintang 1 Jadi Satu-satunya yang Mengalami Tekanan Tahunan
Di tengah tren positif industri perhotelan, hotel bintang 1 menjadi satu-satunya kategori yang mencatat penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada April 2026, tingkat hunian hotel bintang 1 berada di angka 33,81 persen.
Meski meningkat 6,79 poin dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 27,02 persen, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan April 2025.
Secara tahunan, hotel bintang 1 mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 11,78 poin, dari 45,59 persen pada April tahun lalu menjadi 33,81 persen pada April 2026.
Pariwisata Bogor Masih Menjanjikan
Kenaikan tingkat hunian di hampir seluruh kategori hotel memperlihatkan, daya tarik Kota Bogor sebagai destinasi wisata dan perjalanan bisnis masih tetap kuat.
Baca Juga: Motor Matik Mendadak Terbakar di Jalan Pajajaran Bogor
Dengan posisi strategis yang berdekatan dengan Jakarta serta didukung beragam destinasi wisata alam, kuliner, dan keluarga, Kota Bogor terus menjadi pilihan masyarakat untuk berlibur maupun menggelar kegiatan bisnis.
Tren peningkatan okupansi hotel pada April 2026 juga menjadi indikator bahwa sektor pariwisata dan ekonomi pendukungnya berpotensi terus tumbuh sepanjang tahun. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti