RADAR BOGOR - Sektor perhotelan di Kota Bogor menunjukkan tren positif pada April 2026.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor memperlihatkan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel, baik bintang maupun nonbintang, mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan ini, menjadi sinyal membaiknya aktivitas wisata dan perjalanan bisnis yang mendorong okupansi hotel di berbagai kelas.
Hampir seluruh kategori hotel mencatat pertumbuhan, dengan beberapa klasifikasi bahkan membukukan lonjakan cukup signifikan.
Hotel Bintang 2 Jadi Primadona, Catat Lonjakan Hunian Tertinggi
Berdasarkan data BPS Kota Bogor, hotel bintang 2 menjadi kategori dengan peningkatan tingkat hunian kamar paling tinggi pada April 2026.
TPK hotel bintang 2 tercatat mencapai 63,16 persen atau naik 10,54 poin dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 52,62 persen.
Kenaikan juga terjadi pada hotel bintang 3 yang mencatat TPK sebesar 55,03 persen.
Angka tersebut meningkat 7,73 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 47,30 persen.
Sementara itu, hotel bintang 4 membukukan tingkat hunian kamar sebesar 48,34 persen atau naik 6,33 poin dibandingkan Maret 2026.
Data tersebut menunjukkan, permintaan akomodasi di Kota Bogor terus bergerak positif, terutama pada segmen hotel menengah yang banyak diminati wisatawan maupun pelaku perjalanan dinas.
Dibanding Tahun Lalu, Hotel Bintang 4 Tumbuh Paling Pesat
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sebagian besar hotel berbintang di Kota Bogor juga mengalami peningkatan tingkat hunian kamar.
Pertumbuhan tertinggi tercatat pada hotel bintang 4 yang mengalami kenaikan 7,20 poin dibandingkan April 2025.
Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan minat terhadap akomodasi dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Namun demikian, tidak semua kategori mengalami pertumbuhan.
Hotel bintang 1 justru mencatat penurunan tingkat hunian kamar.
Pada April 2026, TPK hotel bintang 1 berada di angka 33,81 persen, turun 11,78 poin dibandingkan April 2025 yang mencapai 45,59 persen.
Hotel Nonbintang Ikut Terkerek, Kelompok Kamar Besar Mendominasi
Kinerja positif juga terlihat pada hotel nonbintang.
Pada April 2026, kelompok hotel nonbintang dengan jumlah kamar lebih dari 40 mencatat tingkat penghunian kamar tertinggi, yakni sebesar 50,08 persen.
Secara bulanan, seluruh kelompok hotel nonbintang mengalami peningkatan okupansi.
Kenaikan paling besar terjadi pada kelompok hotel dengan 10 hingga 24 kamar.
TPK kelompok ini naik 8,08 poin, dari 25,61 persen pada Maret 2026 menjadi 33,69 persen pada April 2026.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa hotel nonbintang berkapasitas menengah mulai mendapatkan momentum pertumbuhan yang kuat.
Ada Satu Kelompok yang Turun, Sisanya Tumbuh Positif
Dalam perbandingan tahunan, hampir seluruh kelompok hotel nonbintang berhasil mencatat pertumbuhan tingkat hunian kamar.
Satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan adalah hotel nonbintang dengan jumlah kamar kurang dari 10.
Baca Juga: Listrik di Jakarta Malam Ini Serentak Dipadamkan
Tingkat hunian kamar pada kelompok ini turun 1,57 poin, dari 29,25 persen pada April 2025 menjadi 27,68 persen pada April 2026.
Sebaliknya, kelompok hotel dengan 10 hingga 24 kamar membukukan kenaikan tahunan tertinggi.
Tingkat hunian kamar kelompok ini meningkat 6,77 poin dari 26,92 persen pada April 2025 menjadi 33,69 persen pada April 2026.
Sinyal Positif bagi Industri Pariwisata Kota Bogor
Meningkatnya tingkat penghunian kamar pada April 2026, menjadi indikasi bahwa sektor pariwisata dan perhotelan Kota Bogor sedang berada dalam tren yang positif.
Kenaikan okupansi yang terjadi di berbagai klasifikasi hotel menunjukkan semakin tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya permintaan terhadap layanan akomodasi.
Apabila tren ini terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, industri perhotelan Kota Bogor berpotensi memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pengembangan sektor pariwisata. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti