RADAR BOGOR - Kinerja sektor akomodasi di Kota Bogor menunjukkan perkembangan positif pada April 2026.
Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor mencatat, rata-rata lama menginap tamu hotel mengalami peningkatan, baik dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini, menjadi sinyal positif bagi industri perhotelan dan pariwisata Kota Bogor.
Baca Juga: Pariwisata Kota Bogor Bergairah, Ada 1 Kelompok yang Turun
Semakin lama wisatawan menghabiskan waktu di sebuah destinasi, semakin besar pula potensi perputaran ekonomi yang tercipta, mulai dari sektor kuliner, transportasi, hingga berbagai usaha penunjang pariwisata lainnya.
April 2026: Tamu Hotel di Bogor Menginap Rata-Rata 1,35 Malam
Berdasarkan data BPS Kota Bogor, rata-rata lama menginap tamu hotel dan akomodasi di Kota Bogor pada April 2026 mencapai 1,35 malam.
Angka tersebut meningkat dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 1,32 malam.
Jika dibandingkan dengan April 2025, peningkatannya juga terlihat cukup jelas.
Pada periode yang sama tahun lalu, rata-rata lama menginap tamu berada di level 1,28 malam.
Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas wisata maupun perjalanan bisnis yang mendorong tamu untuk tinggal lebih lama selama berada di Kota Bogor.
Hotel Bintang Masih Jadi Pilihan Utama Wisatawan
Data yang sama menunjukkan bahwa tamu yang menginap di hotel berbintang cenderung memiliki durasi tinggal lebih panjang dibandingkan tamu di hotel nonbintang.
Pada April 2026, rata-rata lama menginap di hotel berbintang tercatat 1,37 malam.
Sementara itu, tamu yang memilih hotel nonbintang rata-rata menginap selama 1,23 malam.
Perbedaan ini mengindikasikan, fasilitas dan layanan yang ditawarkan hotel berbintang masih menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati masa tinggal lebih nyaman dan lebih lama di Kota Bogor.
Wisatawan Asing Buat Kejutan, Lama Menginap Tembus 3,26 Malam
Salah satu temuan menarik dalam laporan tersebut adalah meningkatnya durasi menginap wisatawan mancanegara.
Pada April 2026, rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 3,26 malam.
Angka ini melonjak dibandingkan Maret 2026 yang berada pada level 2,14 malam.
Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan April 2025 yang tercatat 2,81 malam, durasi menginap wisatawan asing juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa Kota Bogor semakin mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk menghabiskan waktu lebih lama, baik untuk tujuan wisata, bisnis, maupun kegiatan lainnya.
Tamu Nusantara Juga Mengalami Peningkatan
Peningkatan lama menginap tidak hanya terjadi pada wisatawan asing.
Tamu nusantara juga menunjukkan tren serupa sepanjang April 2026.
Rata-rata lama menginap wisatawan domestik tercatat sebesar 1,34 malam.
Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 yang berada pada level 1,32 malam.
Secara tahunan, durasi menginap wisatawan nusantara juga meningkat dibandingkan April 2025 yang tercatat 1,28 malam.
Meski kenaikannya tidak sebesar wisatawan asing, tren ini tetap menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas perjalanan domestik yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja sektor perhotelan di Kota Bogor.
Sinyal Positif bagi Industri Perhotelan dan Ekonomi Daerah
Meningkatnya rata-rata lama menginap tamu hotel pada April 2026 menjadi indikator positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Kota Bogor.
Selain mencerminkan meningkatnya minat kunjungan, kondisi ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas karena wisatawan memiliki waktu lebih banyak untuk berbelanja, menikmati kuliner, serta mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kota Bogor.
Dengan tren yang terus membaik, pelaku industri perhotelan dan pariwisata diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan guna mempertahankan bahkan memperpanjang durasi kunjungan wisatawan di masa mendatang. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti