RADAR BOGOR - Pertumbuhan warga Kota Bogor, terus menunjukkan tren kenaikan.
Berdasarkan data kependudukan tahun 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, jumlah warga di Kota Hujan kini telah mencapai 1.083.776 jiwa yang tersebar di enam kecamatan.
Di balik angka tersebut, terdapat dinamika menarik mengenai persebaran warga dan laju pertumbuhan di masing-masing wilayah.
Baca Juga: Bansos Rp5,4 Juta per Orang Bukan Program Baru, Ini Fakta dan Penjelasan Resminya
Beberapa kecamatan mencatat peningkatan jumlah warga yang cukup pesat, sementara wilayah lainnya justru mengalami perlambatan bahkan penurunan.
Secara keseluruhan, rata-rata laju pertumbuhan warga Kota Bogor selama periode 2020 hingga 2025 tercatat sebesar 0,81 persen per tahun.
Angka ini menunjukkan, Kota Bogor masih menjadi salah satu daerah tujuan hunian yang terus berkembang di kawasan penyangga Jakarta.
Tanah Sareal Jadi Kecamatan dengan Pertumbuhan Penduduk Tertinggi
Di antara enam kecamatan yang ada, Tanah Sareal menjadi wilayah dengan laju pertumbuhan warga paling tinggi.
Kecamatan ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 230.322 jiwa dengan pertumbuhan mencapai 1,16 persen per tahun.
Tingginya angka pertumbuhan tersebut mengindikasikan, Kecamatan Tanah Sareal masih menjadi kawasan yang diminati masyarakat untuk bermukim, didukung oleh perkembangan kawasan perumahan dan fasilitas perkotaan yang terus bertambah.
Bogor Barat Masih Menjadi Kecamatan Terpadat
Sementara itu, Bogor Barat mempertahankan statusnya sebagai kecamatan dengan jumlah warga terbanyak di Kota Bogor.
Pada 2025, wilayah ini dihuni oleh 242.997 jiwa atau sekitar seperlima dari total populasi Kota Bogor.
Meski menjadi wilayah terpadat, laju pertumbuhan penduduk di Bogor Barat tercatat sebesar 0,83 persen per tahun, sedikit di atas rata-rata pertumbuhan penduduk Kota Bogor.
Bogor Selatan dan Bogor Utara Masih Dominan
Kecamatan Bogor Selatan menempati posisi berikutnya dengan jumlah penduduk mencapai 213.862 jiwa.
Baca Juga: Bansos PKH KKS Bank BRI Sudah Cair, KKS Baru dan Lama Sama-sama Dapat, Ini Buktinya
Wilayah ini mencatat laju pertumbuhan sebesar 1 persen per tahun, menjadikannya salah satu kecamatan dengan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Di sisi lain, Bogor Utara dihuni oleh 193.240 jiwa dengan laju pertumbuhan 0,72 persen per tahun.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil dalam lima tahun terakhir.
Bogor Timur Tumbuh Stabil
Kecamatan Bogor Timur tercatat memiliki jumlah penduduk sebanyak 108.040 jiwa.
Wilayah ini membukukan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,74 persen per tahun, sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan Kota Bogor.
Meski demikian, pertumbuhan yang konsisten menunjukkan kawasan ini tetap berkembang seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bogor Tengah Alami Penurunan Pertumbuhan Penduduk
Fenomena berbeda terjadi di Kecamatan Bogor Tengah. Wilayah yang menjadi pusat kota ini tercatat memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yakni 95.315 jiwa.
Tidak hanya itu, Bogor Tengah juga menjadi satu-satunya kecamatan yang mengalami pertumbuhan negatif dengan laju -0,21 persen per tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kecenderungan penurunan jumlah penduduk dalam beberapa tahun terakhir.
Data BPS Kota Bogor tersebut menggambarkan, perkembangan penduduk di Kota Bogor berlangsung dinamis.
Baca Juga: 33,2 Juta KPM Dapat Bantuan Pangan 3 Bulan Mulai Juli 2026, PKH dan BPNT Susulan Batas Akhir 30 Juni
Sejumlah wilayah terus mengalami peningkatan jumlah warga yang cukup pesat, sementara beberapa kawasan mulai menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan.
Perubahan komposisi warga ini menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah dalam merencanakan pembangunan, penyediaan infrastruktur, layanan publik, hingga pengembangan kawasan permukiman di masa mendatang. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti