RADAR BOGOR - Gambaran demografi Kota Bogor pada pertengahan tahun 2025 menunjukkan satu fakta menarik.
Kota yang dikenal sebagai Kota Hujan ini kini dihuni oleh lebih dari satu juta jiwa dengan komposisi penduduk yang didominasi kelompok usia produktif.
Berdasarkan data proyeksi penduduk yang diolah dari Proyeksi Penduduk Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat 2020–2035, jumlah penduduk Kota Bogor pada Juni 2025 tercatat mencapai 1.083.776 jiwa.
Dari angka tersebut, sebanyak 548.329 jiwa berjenis kelamin laki-laki, sementara 535.447 jiwa lainnya merupakan perempuan.
Data tersebut tidak hanya menggambarkan jumlah penduduk, tetapi juga memperlihatkan bagaimana struktur usia masyarakat Kota Bogor saat ini menjadi modal penting bagi pembangunan ekonomi dan sosial di masa depan.
Generasi Produktif Mendominasi Penduduk Kota Bogor
Jika ditelusuri berdasarkan kelompok umur, mayoritas penduduk Kota Bogor berada pada rentang usia produktif.
Kelompok usia 15 hingga 39 tahun menjadi penyumbang terbesar dalam komposisi penduduk.
Pada kelompok usia 15–19 tahun tercatat sebanyak 86.264 jiwa.
Sementara kelompok usia 20–24 tahun mencapai 85.418 jiwa, disusul usia 25–29 tahun sebanyak 84.755 jiwa.
Jumlah yang hampir serupa juga terlihat pada kelompok usia 30–34 tahun yang mencapai 86.284 jiwa dan kelompok usia 35–39 tahun sebanyak 84.643 jiwa.
Dominasi kelompok usia produktif tersebut menunjukkan, Kota Bogor memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, dunia usaha, hingga sektor pendidikan dan industri kreatif.
Anak-anak dan Remaja Masih Menjadi Komponen Besar Penduduk
Selain usia produktif, kelompok usia anak dan remaja juga masih memiliki porsi yang cukup signifikan dalam struktur penduduk Kota Bogor.
Data BPS mencatat jumlah balita usia 0–4 tahun mencapai 76.820 jiwa.
Kemudian kelompok usia 5–9 tahun berjumlah 84.165 jiwa.
Sedangkan, kelompok usia 10–14 tahun mencapai 81.800 jiwa.
Besarnya populasi usia muda ini menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan, layanan kesehatan anak, hingga ruang publik ramah keluarga akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Populasi Mulai Menurun Setelah Usia 40 Tahun
Memasuki kelompok usia 40 tahun ke atas, jumlah penduduk mulai menunjukkan tren penurunan secara bertahap.
Kelompok usia 40–44 tahun tercatat sebanyak 80.386 jiwa.
Angka tersebut kemudian menurun menjadi 77.354 jiwa pada kelompok usia 45–49 tahun dan 69.445 jiwa pada rentang usia 50–54 tahun.
Sementara itu, kelompok usia 55–59 tahun berjumlah 59.913 jiwa dan kelompok usia 60–64 tahun sebanyak 47.409 jiwa.
Pola ini lazim terjadi dalam struktur demografi karena dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian, serta dinamika perpindahan penduduk.
Jumlah Perempuan Mulai Mendominasi pada Kelompok Lansia
Fenomena menarik terlihat pada kelompok usia lanjut.
Jika pada kelompok usia muda hingga dewasa jumlah laki-laki cenderung lebih banyak, kondisi tersebut berubah ketika memasuki usia lanjut.
Baca Juga: 5 Slow Bar di Bogor yang Cocok untuk Pecinta Kopi, Bisa Ngobrol Langsung dengan Barista
Pada kelompok usia 55–59 tahun, jumlah perempuan tercatat sedikit lebih tinggi dibanding laki-laki.
Tren tersebut terus berlanjut pada kelompok usia 60 tahun ke atas.
Kelompok usia 65–69 tahun memiliki 35.378 jiwa, terdiri dari 18.250 perempuan dan 17.128 laki-laki.
Sementara pada usia 70–74 tahun, jumlah perempuan mencapai 12.762 jiwa, lebih tinggi dibanding 11.497 laki-laki.
Kesenjangan semakin terlihat pada kelompok usia 75 tahun ke atas.
Dari total 19.483 jiwa lansia tua, sebanyak 11.043 merupakan perempuan, sedangkan laki-laki berjumlah 8.440 jiwa.
Data ini menunjukkan, angka harapan hidup perempuan di Kota Bogor cenderung lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Bonus Demografi Jadi Peluang Besar Kota Bogor
Struktur penduduk Kota Bogor tahun 2025 memperlihatkan dominasi kelompok usia produktif yang sangat kuat.
Kondisi ini sering disebut sebagai bonus demografi, yaitu situasi ketika jumlah penduduk usia kerja jauh lebih besar dibanding kelompok usia nonproduktif.
Baca Juga: Kamp Latihan Timnas Inggris Kemalingan, Bola hingga Sepatu Pemain Raib Digondol
Apabila didukung dengan ketersediaan lapangan kerja, pendidikan yang berkualitas, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia, bonus demografi tersebut berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Bogor dalam beberapa dekade mendatang.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu mempersiapkan berbagai kebijakan jangka panjang untuk menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia yang diperkirakan akan terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti