Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rasio Ketergantungan Penduduk Kota Bogor Capai 42,3 Persen, Lansia Terbanyak di Bogor Tengah

Siti Dewi Yanti • Minggu, 14 Juni 2026 | 09:50 WIB
LANSIA: Petugas Disdukcapil Kota Bogor sedang melakukan perekaman e-KTP ke rumah warga.
LANSIA: Petugas Disdukcapil Kota Bogor sedang melakukan perekaman e-KTP ke rumah warga.

RADAR BOGOR - Struktur demografi, menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi sosial dan ekonomi suatu daerah. 

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor tahun 2025 menunjukkan, setiap 100 penduduk usia produktif di Kota Bogor menanggung sekitar 42 penduduk usia nonproduktif.

Angka tersebut tercermin dalam Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) Kota Bogor yang mencapai 42,3 persen. 

Baca Juga: Warga Laki-Laki di Kota Bogor Masih Lebih Banyak Dibanding Perempuan

Rasio ini, merupakan gabungan antara penduduk usia muda dan penduduk lanjut usia yang secara ekonomi masih bergantung pada kelompok usia produktif.

Berdasarkan data BPS Kota Bogor, tahun 2025 rasio ketergantungan penduduk muda tercatat sebesar 31,9 persen. 

Sedangkan, rasio ketergantungan penduduk tua mencapai 10,4 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan, mayoritas beban ketergantungan di Kota Bogor masih berasal dari kelompok usia muda, meskipun jumlah penduduk lanjut usia juga terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bogor Selatan Catat Rasio Ketergantungan Tertinggi

Di antara enam kecamatan yang ada di Kota Bogor, Kecamatan Bogor Selatan menjadi wilayah dengan total rasio ketergantungan tertinggi.

Pada tahun 2025, Bogor Selatan mencatat rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 33,6 persen dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar 10,2 persen. 

Dengan demikian, total rasio ketergantungan di wilayah tersebut mencapai 43,8 persen.

Tingginya angka ini mengindikasikan, beban yang harus ditanggung oleh kelompok usia produktif di Bogor Selatan relatif lebih besar dibandingkan kecamatan lainnya.

Bogor Tengah Miliki Jumlah Lansia Tertinggi

Fenomena menarik terlihat di Kecamatan Bogor Tengah. 

Wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi Kota Bogor ini justru mencatat rasio ketergantungan penduduk muda paling rendah, yakni 28,4 persen.

Namun di sisi lain, Bogor Tengah memiliki rasio ketergantungan penduduk tua tertinggi di Kota Bogor, mencapai 15,2 persen. 

Baca Juga: Prediksi Belanda vs Jepang : Duel Sengit  Grup F, Oranje Diunggulan Menang Tipis

Angka tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan seluruh kecamatan lainnya.

Kondisi ini membuat total rasio ketergantungan di Bogor Tengah mencapai 43,6 persen, hanya sedikit lebih rendah dibandingkan Bogor Selatan.

Data tersebut mengindikasikan bahwa struktur penduduk di Bogor Tengah mulai mengarah pada proses penuaan penduduk atau ageing population yang ditandai dengan meningkatnya proporsi warga lanjut usia.

Bogor Timur dan Bogor Barat Dekati Rata-Rata Kota

Kecamatan Bogor Timur mencatat total rasio ketergantungan sebesar 43,1 persen. 

Angka tersebut berasal dari rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 31,6 persen dan penduduk tua sebesar 11,4 persen.

Sementara itu, Bogor Barat memiliki rasio ketergantungan total sebesar 42,4 persen. 

Wilayah ini mencatat rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 31,9 persen dan penduduk tua sebesar 10,5 persen.

Kedua kecamatan tersebut memiliki karakteristik demografi yang relatif seimbang dan mendekati rata-rata Kota Bogor secara keseluruhan.

Bogor Utara Paling Rendah untuk Ketergantungan Lansia

Berbeda dengan Bogor Tengah, Kecamatan Bogor Utara menjadi wilayah dengan rasio ketergantungan penduduk tua paling rendah di Kota Bogor.

BPS mencatat rasio ketergantungan lansia di Bogor Utara hanya sebesar 8,9 persen. 

Adapun rasio ketergantungan penduduk muda mencapai 31,4 persen sehingga total rasio ketergantungan berada di angka 40,3 persen.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Toko Agen Telur di Pamoyanan Kota Bogor, 3 Unit Pemadam Dikerahkan

Angka tersebut menjadikan Bogor Utara sebagai kecamatan dengan total rasio ketergantungan terendah di Kota Bogor pada tahun 2025.

Tanah Sareal Tunjukkan Struktur Penduduk yang Relatif Produktif

Kecamatan Tanah Sareal juga mencatat kondisi yang cukup baik dari sisi struktur penduduk. 

Wilayah ini memiliki rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 32,3 persen dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar 9,2 persen.

Secara keseluruhan, total rasio ketergantungan di Tanah Sareal mencapai 41,4 persen atau masih berada di bawah rata-rata Kota Bogor.

Hal ini menunjukkan, proporsi penduduk usia produktif di Tanah Sareal masih cukup besar untuk menopang kelompok usia nonproduktif.

Gambaran Bonus Demografi Kota Bogor

Data rasio ketergantungan tahun 2025 memperlihatkan bahwa Kota Bogor masih berada dalam fase bonus demografi. 

Jumlah penduduk usia produktif masih jauh lebih besar dibandingkan kelompok usia muda maupun lanjut usia.

Baca Juga: Warung Ramen dan Sushi Baru di Bogor, Daiichi Yatai Tawarkan Beragam Menu Jepang Mulai dari Rp18 Ribuan

Meski demikian, meningkatnya rasio ketergantungan lansia di beberapa kecamatan menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk mulai memperkuat layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta fasilitas ramah lansia.

Di sisi lain, tingginya proporsi penduduk usia produktif juga menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bogor pada masa mendatang. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#penduduk #bogor #lansia #bps