RADAR BOGOR - Semangat kolaborasi dan inovasi pendidikan, terasa kuat dalam gelaran Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kota Bogor yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 di SMP Negeri 19 Kota Bogor.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor ini mengusung tema “Wujudkan Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia”.
Selama dua hari pelaksanaan, TPN XIII menjadi ruang perjumpaan bagi guru, murid, pemimpin sekolah, praktisi pendidikan, hingga masyarakat umum untuk saling berbagi inspirasi, memperkuat jejaring, dan menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan.
Berbagai kegiatan menarik turut meramaikan acara ini, mulai dari Kelas Pendidik, Kelas Pemimpin, Talk Show Pendidikan, Pameran Karya Murid, Cerdas Cermat Guru, Kelas Kompetensi, pemberian beasiswa lanjut belajar, layanan pemeriksaan mata gratis, hingga bazar pendidikan dan UMKM.
Pendidikan Tidak Bisa Berjalan Sendiri, Kolaborasi Jadi Kunci Perubahan
Salah satu sesi yang menyita perhatian peserta adalah Talk Show Pendidikan bertema “Merawat Kepedulian, Menguatkan Kolaborasi: Pendidikan sebagai Jalan Mewujudkan Cita-Cita Kolektif”.
Dalam kesempatan tersebut, Trisno Widodo, Pengawas Dinas Pendidikan Kota Bogor menegaskan, kemajuan pendidikan tidak mungkin dicapai oleh satu pihak saja.
“Pendidikan adalah urusan yang terlalu besar untuk dikerjakan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Guru tidak bisa bergerak sendiri dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” ujar Trisno Widodo.
Pandangan serupa disampaikan oleh Bisma Widyawan, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor.
Menurutnya, Dewan Pendidikan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
“Dewan Pendidikan hadir sebagai konektor kolaborasi, sekaligus menjadi jembatan yang menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah maupun sebaliknya,” kata Bisma Widyawan.
Sementara itu, Budi Setiawan, guru SMAN Babakan Madang, mengingatkan pentingnya dukungan yang menyeluruh bagi profesi guru.
Menurutnya, guru tidak hanya membutuhkan dukungan material, tetapi juga dukungan sosial dan psikologis agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
“Guru perlu merasa aman dan nyaman dalam mengajar. Kesamaan cita-cita serta nilai antara sekolah dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” ungkapnya.
Dari Kelas Pendidik, Guru Berbagi Strategi Menciptakan Momen “AHA” di Kelas
Salah satu daya tarik utama TPN XIII adalah sesi Kelas Pendidik, tempat para guru berbagi praktik baik yang telah terbukti berhasil diterapkan di sekolah masing-masing.
Baca Juga: Turnamen Beyblade X Terbesar di Bogor Siap Digelar di Botani Square, Slot Peserta Terbatas
Di hadapan peserta, Gina, guru SMAN 1 Serang Baru, Kabupaten Bekasi, membagikan pengalamannya mengelola pembelajaran di kelas dengan jumlah siswa yang besar.
Melalui pendekatan yang kreatif dan partisipatif, ia mampu menciptakan pengalaman belajar yang membuat siswa menemukan “AHA Moment” atau momen ketika konsep pembelajaran benar-benar dipahami oleh peserta didik.
Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi para guru yang menghadapi tantangan serupa dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Program Jumat Unjuk Bakat Jadi Inspirasi Kepemimpinan Sekolah
Tak kalah menarik, sesi Kelas Pemimpin menghadirkan berbagai praktik kepemimpinan sekolah yang berhasil mendorong tumbuhnya potensi siswa dan budaya belajar yang positif.
Salah satu narasumber, Kamiludin dari SDN 2 Curug, memaparkan keberhasilan program “Jumat Unjuk Bakat” yang secara rutin memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Program tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa sekaligus membantu sekolah mengenali potensi yang dimiliki setiap anak.
Di sesi yang sama, Hesti Dwi Rachmawati, guru SMAN 10 Bogor, berbagi pengalaman membangun komunitas belajar guru melalui MGMP Sejarah Kota Bogor.
Berkat kolaborasi yang konsisten antara guru dan pendamping MGMP, komunitas tersebut berkembang menjadi ruang belajar profesional yang aktif dan produktif.
Karya Inovatif Murid Curi Perhatian Pengunjung
Semangat inovasi juga tampak dari berbagai karya yang ditampilkan dalam Pameran Karya Murid.
Sebanyak 10 tim dari SMA-SMAK Kota Bogor menghadirkan beragam produk inovatif hasil kreativitas siswa.
Baca Juga: Kanlpot Biskita Keluarkan Asap Hitam, Perawatan Armada Dipertanyakan
Tidak hanya itu, SMP Budi Mulia menampilkan karya bertajuk “Eco Creation: Kreasi Totebag Murid Peduli Lingkungan” yang mengusung konsep ramah lingkungan.
Sementara itu, siswa SD Insan Kamil memperkenalkan karya bertema “Jejak Pahlawan Hijau”, sebuah proyek yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Pameran ini menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata yang berdampak positif bagi masyarakat.
Beasiswa untuk Murid Berprestasi Jadi Penyemangat Meraih Masa Depan
Pada hari kedua pelaksanaan, TPN XIII Kota Bogor memberikan beasiswa lanjut belajar kepada siswa jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK yang menunjukkan prestasi akademik maupun nonakademik.
Salah satu penerima beasiswa, Kamaludin, siswa kelas X SMAN 10 Kota Bogor, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar lebih giat dan meningkatkan prestasi di sekolah.
“Beasiswa ini membuat saya semakin semangat untuk belajar dan mencapai cita-cita yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kelas Kompetensi dan Cerdas Cermat Guru Tutup Rangkaian Acara dengan Meriah
Selain berbagai sesi inspiratif, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti Kelas Kompetensi yang menghadirkan guru serta praktisi pendidikan dengan materi pengembangan profesional.
Materi yang disampaikan berfokus pada peningkatan kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, kreatif, dan berkualitas sesuai kebutuhan zaman.
Baca Juga: Kanlpot Biskita Keluarkan Asap Hitam, Perawatan Armada Dipertanyakan
Rangkaian TPN XIII kemudian ditutup dengan kegiatan Cerdas Cermat Guru yang berlangsung penuh antusiasme.
Para peserta diuji melalui berbagai pertanyaan seputar kompetensi pedagogik, profesional, dan wawasan pendidikan.
Suasana kompetitif namun tetap hangat menjadikan kegiatan ini sebagai penutup yang berkesan bagi seluruh peserta.
TPN XIII Kota Bogor Tegaskan Pentingnya Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan
Keberhasilan penyelenggaraan Temu Pendidik Nusantara XIII Kota Bogor menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan secara individual.
Perubahan yang berdampak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari guru, sekolah, orang tua, masyarakat, hingga pemerintah.
Melalui ruang berbagi praktik baik di Kelas Pendidik, Kelas Pemimpin, Kelas Kompetensi, pameran karya siswa, program beasiswa, hingga Cerdas Cermat Guru, TPN XIII menjadi wadah kolaboratif yang memperkuat kapasitas pendidik sekaligus mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong dan cita-cita kolektif yang terus dirawat, Kota Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan relevan bagi generasi masa depan. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti