RADAR BOGOR - Kota Bogor, masih menunjukkan karakteristik sebagai daerah dengan struktur penduduk yang didominasi kelompok usia muda.
Berdasarkan data administrasi kependudukan yang dihimpun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor pada Semester I Tahun 2025, jumlah penduduk Kota Bogor tercatat mencapai 1.150.721 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 581.834 jiwa berjenis kelamin laki-laki.
Baca Juga: Wisata Tipis-Tipis di Taman Budaya, Food Court-nya Sentul City Bogor
Sedangkan, 568.887 jiwa merupakan perempuan.
Data ini menjadi gambaran penting bagi pemerintah dalam merancang berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan.
Generasi Muda Mendominasi Komposisi Penduduk Kota Bogor
Jika melihat komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur, Kota Bogor masih didominasi oleh kelompok usia anak-anak, remaja, dan usia produktif muda.
Kelompok umur 10-14 tahun tercatat sebagai kelompok dengan jumlah penduduk terbesar di Kota Bogor.
Pada rentang usia tersebut terdapat 99.653 jiwa, terdiri dari 51.653 laki-laki dan 48.000 perempuan.
Jumlah tersebut bahkan sedikit lebih tinggi dibanding kelompok usia 5-9 tahun yang mencapai 99.227 jiwa serta kelompok usia 25-29 tahun sebanyak 93.974 jiwa.
Sementara itu, kelompok usia 0-4 tahun tercatat sebanyak 69.051 jiwa.
Sedangkan, usia 15-19 tahun mencapai 92.168 jiwa.
Besarnya jumlah penduduk usia muda ini menunjukkan, kebutuhan terhadap layanan pendidikan, ruang bermain anak, hingga pengembangan sumber daya manusia masih akan menjadi fokus utama pembangunan Kota Bogor dalam beberapa tahun mendatang.
Usia Produktif Menjadi Tulang Punggung Demografi Kota Bogor
Selain kelompok usia muda, jumlah penduduk usia produktif juga masih sangat besar.
Kelompok usia 20 hingga 44 tahun tercatat mencapai lebih dari 450 ribu jiwa jika digabungkan.
Kelompok usia 20-24 tahun berjumlah 93.764 jiwa, disusul usia 25-29 tahun sebanyak 93.974 jiwa dan usia 30-34 tahun sebanyak 91.095 jiwa.
Adapun kelompok usia 35-39 tahun tercatat mencapai 84.335 jiwa.
Sementara, kelompok usia 40-44 tahun sebanyak 88.661 jiwa.
Besarnya populasi usia produktif ini menunjukkan, Kota Bogor masih berada dalam fase bonus demografi yang dapat menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah apabila didukung oleh ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Perempuan Mulai Lebih Banyak pada Kelompok Usia Paruh Baya
Menariknya, komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin mulai mengalami perubahan pada kelompok usia 45 tahun ke atas.
Pada kelompok umur 45-49 tahun, jumlah perempuan tercatat sedikit lebih tinggi dibanding laki-laki. Terdapat 41.729 perempuan, sedangkan laki-laki berjumlah 41.680 jiwa.
Kondisi serupa juga terlihat pada kelompok usia 50-54 tahun dengan jumlah perempuan 37.006 jiwa dan laki-laki 36.899 jiwa.
Tren tersebut, terus berlanjut pada kelompok usia 55-59 tahun dan 60-64 tahun, di mana jumlah perempuan tetap lebih banyak dibanding laki-laki.
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya proporsi perempuan pada kelompok usia yang lebih tua, sebuah pola yang umum terjadi seiring meningkatnya angka harapan hidup perempuan.
Populasi Lansia Terus Bertambah, Tantangan Baru bagi Kota Bogor
Di sisi lain, jumlah penduduk lanjut usia di Kota Bogor juga menunjukkan angka yang cukup signifikan.
Kelompok usia 65-69 tahun tercatat sebanyak 34.102 jiwa, terdiri dari 16.394 laki-laki dan 17.708 perempuan.
Kemudian kelompok usia 70-74 tahun mencapai 21.144 jiwa.
Sementara, penduduk berusia 75 tahun ke atas tercatat sebanyak 19.840 jiwa.
Pada kelompok usia tertua tersebut, jumlah perempuan mencapai 11.398 jiwa, jauh lebih tinggi dibanding laki-laki yang berjumlah 8.442 jiwa.
Bertambahnya populasi lansia menjadi sinyal, Kota Bogor perlu mempersiapkan berbagai layanan yang ramah usia lanjut, mulai dari fasilitas kesehatan, perlindungan sosial, hingga lingkungan yang mendukung kualitas hidup lansia.
Gambaran Demografi Jadi Dasar Perencanaan Pembangunan Kota
Data kependudukan Semester I Tahun 2025 menunjukkan bahwa Kota Bogor memiliki struktur penduduk yang relatif seimbang antara generasi muda dan usia produktif.
Di satu sisi, kondisi ini membuka peluang besar untuk memanfaatkan bonus demografi.
Namun di sisi lain, meningkatnya jumlah penduduk lansia juga menuntut kesiapan pemerintah dalam menyediakan layanan yang lebih inklusif.
Dengan total penduduk mencapai 1,15 juta jiwa, data administrasi kependudukan menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Sehingga, kebutuhan masyarakat dari berbagai kelompok usia dapat terakomodasi secara optimal. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti