Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Al Fiqie, Mahasiswa IPB University yang Sukses Ekspor Pinang 6 Kontainer per Bulan

Fikri Rahmat Utama • Senin, 15 Juni 2026 | 14:00 WIB
Al Fiqie, mahasiswa IPB University yang jadi eksportir pinang ke Bangladesh dan Maladewa. (Foto : IPB for Radar Bogor)
Al Fiqie, mahasiswa IPB University yang jadi eksportir pinang ke Bangladesh dan Maladewa. (Foto : IPB for Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Seorang mahasiswa IPB University menembus pasar internasional melalui bisnis ekspor komoditas pinang dengan volume hingga enam kontainer per bulan.

Usaha tersebut dijalankan oleh mahasiswa IPB University atas nama Al Fiqie melalui perusahaannya, PT Export Tani Nusantara.

Kegiatan ekspor ini dilepas langsung oleh Rektor IPB University dan Menteri Perdagangan RI dalam agenda Campuspreneur yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan di Kampus IPB Dramaga, Jumat 12 Juni 2026.

Pelepasan tersebut menjadi upaya mendorong lahirnya eksportir muda dari kalangan mahasiswa.

Al Fiqie menjelaskan, usaha ekspor pinang tersebut telah dirintis sejak dirinya masih duduk di semester tiga kuliah.

Seiring waktu, bisnisnya berkembang pesat hingga mampu menjangkau pasar Bangladesh dan Maladewa.

Baca Juga: Timnas Jepang Cemas, Takefusa Kubo Pakai Kursi Roda Setelah Laga Kontra Belanda

“Awalnya kami hanya mengirim satu kontainer setiap tiga bulan. Namun kini sudah mencapai lima hingga enam kontainer per bulan,” ujarnya.

Saat ini, volume ekspor yang dikirim mencapai sekitar 54 ton pinang setiap bulan. Tingginya permintaan pasar internasional menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kapasitas produksi dan pengiriman.

Keberhasilan tersebut juga ditopang oleh kontrak dagang senilai Rp33 miliar yang berhasil diraih pada tahun ini.

Kontrak itu diperoleh setelah mengikuti pameran dagang di Shanghai, Tiongkok, yang membuka peluang pasar lebih luas.

Ia menambahkan, pengembangan usaha tidak hanya berfokus pada ekspor bahan mentah, tetapi juga mulai diarahkan pada produk olahan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pinang di pasar global.

“Kami ingin mengembangkan produk seperti sliced betel nut dan roasted betel nut agar nilai ekonominya lebih tinggi,” katanya.

Dalam pengembangan bisnisnya, Al Fiqie juga menggandeng petani lokal untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha ekspor.

Sementara itu, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet menjelaskan kampus terus mendorong lahirnya wirausaha muda melalui ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi.

IPB mengusung visi sebagai techno-socio entrepreneur university yang tidak hanya mencetak lulusan akademis, tetapi juga pelaku usaha yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menyebut, berbagai program telah dijalankan untuk mendukung hal tersebut, mulai dari pembinaan startup mahasiswa hingga program berbasis desa seperti One Village One CEO (OVOC) dan One Village One Exporter.

Baca Juga: Apakah BPNT Tahap 2 Susulan Cair Juni 2026? Buruan Periksa Status Bantuan Lewat Aplikasi Cek Bansos

Kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan juga dinilai strategis dalam membuka akses pasar global bagi mahasiswa dan pelaku usaha binaan kampus.

“Kami ingin menghasilkan sumber daya manusia unggul yang memiliki orientasi kewirausahaan dan mampu menciptakan lapangan kerja. Karena itu, program pengembangan kewirausahaan mahasiswa kami rancang secara terintegrasi,” ujarnya.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso mengapresiasi capaian mahasiswa IPB University yang mampu menembus pasar ekspor sejak masih kuliah.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi contoh nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global.

Ia menegaskan, pemerintah terus mendorong lahirnya eksportir baru dari kalangan mahasiswa dan pelaku usaha muda.

Salah satunya melalui program Campuspreneur yang menjadi wadah penguatan kapasitas sekaligus membuka akses jejaring bisnis internasional.

“Kami ingin semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejak seperti ini. Ketika lulus nanti mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#pinang #Al Fiqie #ekspor #ipb university