RADAR BOGOR - Kepergian MHF (19), korban penyerangan di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor menyisakan luka mendalam bagi keluarga, apalagi almarhum sering bercerita soal cita-citanya.
Paman Korban Djaelani mengingat betul apa yang diinginkan oleh keponakannya itu, MHF berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
“Dia udah merancang banyak cita-cita mau kuliah sambil kerja, mangkannya kalau ada lembur pasti dia ambil,” kata Djaelani ditemui di rumah duka.
MFH sendiri baru menamatkan pendidikannya beberapa tahun lalu, ia lalu bekerja di perusahaan swasta yang ada di daerah Cikarang.
Baca Juga: Pemuda Jadi Korban Penyerangan di Kebon Pedes Kota Bogor Meninggal, Pelaku Ditangkap
Sudah hampir tiga bulan MFH tidak pulang ke rumahnya di Gang Masjid I Kebon Pedes sebab sibuk bekerja dan punya tekad ingin menyandang gelar sarjana.
“Pas pulang dia juga mau melepas kangen kayanya sama teman-temannya, dia nongkrong di depan, gang situ,” kata Djaelani kepada Radar Bogor.
Saat mereka hendak membubarkan diri, tiba-tiba sekelompok pemuda datang membawa sajam membuat MFH dengan rekannya pun kucar-kacir.
“Pas kabur ponakan saya ada di barisan paling belakang,” ujarnya.
Djaelani menyampaikan hasil forensix aparat Kepolisian. MFH mengalami luka di bagian punggung, bokong dan ruas jari tangannya.
Korban sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Bogor tetapi setibanya di rumah sakit nyawa MHF tak bisa diselamatkan.
“Harapannya biar nyawa ponakan saya tidak sia-sia pengennya ini jadi momentum jangan sampai terulang lagi, stop kehilangan nyawa dengan hal hal konyol seperti itu, kita semua punya anak-anak, supaya rasa aman itu ada buat semua,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati