RADAR BOGOR – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor pada Senin, 15 Juni 2026 menyebabkan kerusakan pada 3 rumah warga di wilayah Bogor Timur tepatnya di Kelurahan Sindangrasa dan Baranangsiang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan kejadian pertama terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Kampung Wangun RT 002/RW 002, Kelurahan Sindangrasa. Angin kencang mengakibatkan atap rumah milik warga terbang dan rusak.
Ia menjelaskan, di lokasi tersebut terdapat dua rumah terdampak, rumah pertama yang dihuni dua kepala keluarga mengalami kerusakan pada bagian atap ruang tengah dan kamar mandi. Sementara rumah kedua yang dihuni satu keluarga juga mengalami kerusakan pada bagian ruang tengah.
“Kerusakan terjadi akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut,” ujarnya, Selasa, 16 Juni 2026.
Baca Juga: Setahun Menanti, Longsor di Perumahan Graha Grande Bogor Akhirnya Ditangani
Kejadian kedua terjadi pada hari yang sama sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Durian Raya RT 002/RW 005, Kelurahan Baranangsiang. Sebuah rumah milik Rachmat Hidayatullah mengalami ambruk pada bagian atap kamar lantai dua.
Menurut Dimas, peristiwa tersebut dipicu kondisi atap rumah yang sudah lapuk sehingga tidak mampu menahan beban saat hujan dan angin melanda.
BPBD Kota Bogor menerima laporan kedua kejadian tersebut pada Selasa, 16 Juni 2026 melalui media sosial warga. Tim TRC-PB BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan.
Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta RT/RW setempat. Kebutuhan mendesak warga terdampak berupa terpal dan bantuan stimulan.
Saat ini, sebagian atap rumah yang rusak telah diperbaiki secara mandiri oleh pemilik rumah. BPBD juga telah menyalurkan bantuan terpal untuk penanganan sementara di lokasi kejadian.
“Assessment dan penanganan awal sudah dilakukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk tindak lanjut,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Bogor. (uma)
Editor : Eka Rahmawati