RADAR BOGOR - Penataan angkot di Kota Bogor semakin ketat pasca Perwali disahkan. Pemerintah akan turut menyaring kelengkapan administasi pengemudinya.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan pihaknya akan juga melakukan pendataan terhadap para sopir angkot. Semua mesti memenuhi persyaratan.
“Jangan-jangan banyak yang tidak punya SIM. Jadi harus memenuhi semua persyaratan,” kata Dedie pada awak media.
Pengusaha angkot harus memiliki data sopir atau pengemudi yang jelas. Sebab mereka akan bertanggung jawab atas situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan.
“Pengemudi yang sudah uzur tentu harapannya kalau memang sudah tidak memenuhi syarat tidak perlu lagi narik,” ucap Dedie.
Dedie berpandangan banyak kesempatan kerja lain yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya bekontribusi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: 11 Tombol Rahasia Motor Ducati MotoGP Marc Marquez yang Jarang Diketahui
Berdasarkan informasi yang dihimpun, di Kota Bogor sendiri saat ini sudah ada 135 dapur MBG yang beroperasi. Data ini berpotensi terus bertambah.
“Saya mendengar juga sudah banyak pengemudi yang diterima bekerja di SPPG jadi ya kita mengikuti perkembangan zaman,” terang Dedie.
Dedie menerangkan kondisi saat ini sudah jauh berbeda. Kebutuhan masyarakat dalam memenuhi moda transportasi umum sudah berubah.
“Dulu kita nunggu angkot sekarang angkot nunggu kita. Jangan lebih banyak suplay daripada demaindnya, banyak kendaraan ketimbang kebutuhan,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin