RADAR BOGOR – Upaya sederhana menjaga lingkungan bisa dimulai dari halaman sekitar. Salah satunya melalui pembuatan lubang resapan biopori yang berfungsi mengurangi genangan air sekaligus mengelola sampah organik.
Kegiatan pembuatan lubang resapan biopori ini dilakukan belasan karyawan Radar Bogor di lingkungan Graha Pena, Jumat 19 Juni 2026.
Aksi nyata ini bertujuan meningkatkan kepedulian lingkungan karyawan, baik di kantor maupun di lingkungan rumah masing-masing.
Sejak pagi, para karyawan menyebar di sejumlah titik yang kerap tergenang air saat hujan.
Mereka membawa peralatan seperti alat penggali tanah buatan sendiri dari besi tak terpakai untuk membuat lubang di area bekas saluran air.
Proses pembuatan dilakukan dengan cara memutar alat ke dalam tanah hingga membentuk lubang vertikal.
Baca Juga: Dealer Mobil Ini Rp1,3 Miliar per Bulan Berkat AI, Berikut 4 Strategi yang Dipakai
Tanah yang sebelumnya disiram air menjadi lebih lunak, sehingga memudahkan proses pengeboran meski dilakukan secara manual.
Penanggung jawab kegiatan, M. Iksan Halil, menjelaskan biopori merupakan metode sederhana namun efektif untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan.
Ia mengatakan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi karyawan agar lebih peduli terhadap pengelolaan lingkungan.
“Kami mengajak seluruh karyawan Radar Bogor untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Salah satu caranya adalah dengan menggalakkan kembali pembuatan lubang biopori secara benar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lubang yang telah dibuat kemudian diisi dengan sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan.
Sampah tersebut akan terurai secara alami dan menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme serta cacing tanah.
“Sampah ini nantinya akan menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme dan cacing di dalam tanah. Aktivitas organisme tersebut akan menciptakan pori-pori alami di dalam tanah, sehingga saat hujan turun, air dapat langsung meresap dengan cepat,” jelasnya.
Selain membantu penyerapan air, hasil penguraian sampah organik tersebut juga akan berubah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah di sekitar lingkungan kantor.
Iksan menambahkan, penerapan biopori dinilai mampu mengurangi risiko genangan air di titik-titik rawan.
Lubang-lubang tersebut ditempatkan secara strategis agar air hujan tidak mengalir sia-sia di permukaan.
Baca Juga: Telaga Batu di Pamijahan Ini Tawarkan Air Sebening Kaca dan Suasana Hutan Pinus, Cocok untuk Camping
“Penerapan lubang biopori ini akan sangat membantu lingkungan di sekitar kantor, terutama untuk mengurangi genangan. Selain itu juga bisa menjadi solusi pengelolaan sampah organik secara mandiri,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya teknik pembuatan biopori yang benar agar hasilnya optimal.
Mulai dari penggunaan alat bor, proses pengeboran dengan cara diputar, hingga kedalaman ideal mencapai satu meter.
Menurutnya, jika dalam proses pengeboran ditemukan kendala seperti batu sebelum mencapai kedalaman maksimal, lubang tetap dapat dimanfaatkan. Namun, kedalaman tetap diupayakan mendekati satu meter agar daya resap lebih optimal.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti di lingkungan kantor, tetapi juga dapat diterapkan di rumah masing-masing karyawan sebagai langkah sederhana mengatasi persoalan genangan air dan sampah organik. (uma)
Editor : Yosep Awaludin