RADAR BOGOR – Mati listrik mendadak di Kota Bogor berdampak langsung pada pelaku usaha kuliner. Kondisi ini membuat pelanggan enggan datang dan memilih berbalik arah.
Salah satunya dialami pelaku kuliner Iqbal, yang merupakan pemilik Rumah Makan Bebek Om Aris di Jalan Otista, Bogor Tengah, Jumat, 19 Juni 2026. Mati listrik di tempat usahanya terjadi sejak pukul 17.00 WIB dan belum kembali menyala dalam waktu lama.
Selama mati listrik, Iqbal mengaku sudah dua kali menghubungi layanan pengaduan PLN, namun perbaikan tak kunjung selesai di Bogor.
Baca Juga: 5 Ide Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga 2026, Bisa Bantu Menambah Pendapatan Suami
“Katanya maksimal 3 jam, tapi sampai sekarang masih mati. Saya sampai hubungi call center dua kali,” ujarnya.
Dampaknya langsung terasa pada omzet. Banyak pelanggan yang batal datang karena kondisi restoran gelap dan tidak nyaman.
“Menurut laporan pegawai parkir, banyak yang putar balik karena tidak jadi makan,” tambahnya.
Karena tidak memiliki genset, Iqbal terpaksa mengandalkan lilin untuk penerangan darurat hingga membeli sekitar 40 batang lilin.
Baca Juga: 544 Tahun Bogor, Gastrofest 2026 Siap Angkat Kuliner ke Kancah Dunia
Keluhan serupa juga datang dari Arifin Himawan, pemilik kedai kopi di kawasan Suryakencana, Bogor Tengah. Dalam sepekan, tempat usahanya sudah dua kali mengalami pemadaman listrik.
“Ini sangat mengganggu, apalagi usaha kopi butuh listrik untuk proses produksi,” jelasnya.
Arifin mengatakan pihak PLN menyebut pemadaman terjadi karena pemeliharaan rutin, namun tidak memberikan kepastian waktu nyala kembali.
Ia menilai pemadaman yang terjadi pada jam ramai pengunjung sangat merugikan pelaku usaha.
Baca Juga: 3 DOB Siap Mekar, Bogor Barat Dapat Dukungan DPRD Jabar
“Jam 15.00 sampai 18.00 itu jam ramai, tapi karena gelap jadi pelanggan tidak masuk,” katanya.
Para pelaku usaha berharap pemadaman listrik dapat lebih terjadwal dan tidak terjadi saat jam operasional puncak agar tidak terus merugikan bisnis mereka.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga