Pantauan Radar Bogor di lokasi, panggung utama terlihat begitu megah, sorot lampu warna warni yang menari menambah kemeriahan acara tersebut.
Pentas Seni ini merupakan agenda rutin yang tiap tahun dilaksanakan, kali ini panitia mengusung konsep khas kebudayaan Sunda.
Ketua Pelaksana Afgani Fikri Berdikari menjelaskan tema tersebut sengaja diangkat untuk membuktikan bahwa santri juga perduli dengan kebudayaan.
“Makanya kita coba hidupin rasa budaya warisan tanah leluhur kita biar pada sadar kita juga punya warisan yang banyak,” ujar Afgan.
Baca Juga: Total 1.397 Madrasah Tsanawiyah Direnovasi Pemerintah Pusat, Jawa Barat Kebagian 127 MTs
Terdapat 10 penampilan seni yang disuguhkan dan mereka yang terlibat kata Afgan merupakan santri-santri yang sudah terlatih di masing-masing eskul.
“Ada penampilan Seni Drama dan Tari atau Sendratari, hadrah kreasi, penampilan kesenian degung dan angklung, total ada 10 penampilan,” jelasnya.
Pria berusia 17 tahun itu berharap Pentas Seni tidak dijadikan sebagai seremonial belaka. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyalurkan minat dan bakat.
Kemeriahan Pentas Seni mendapat respon positif dari Pimpinan Ponpes Daarul Uluum 1 Bogor Rizal Azizi. Ia mengaku bangga atas kesuksesan acara tersebut.
“Pentas Senj harus dijadikan momen apresiasi semua pihak, yang tak pernah lelah melahirkan santri santri berprestasi,” ucapnya.
Rizal menuturkan dalam satu tahun pembelajaran sedert prestasi berhasil ditorehkan oleh santrinya. Mulai dari akademik maupun non akademik.
“Santri kami ada yang ikut terlibat dalam penulisan buku tingkat Kota Bogor. Kemudian merebut banyak gelar juara bela diri juara tingkat nasional di IPB kemarin,” ujarnya.
Prestasi tersebut mustahil diraih tanpa keterlibatan tenaga pendidik di belakangnya, termasuk talenta yang dimilki santri-santrinya.
“Kalau saya sebutkan satu satu prestasinya akan menguras waktu, ini menjadi bukti bahwa santri Daarul Uluum bukan kaleng-kaleng, saya mesti apresiasi,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati