RADAR BOGOR - Kebun Raya Bogor kembali menghadirkan konsep wisata menarik untuk pengunjung, kini mereka meluncurkan Kampung Sunda di area Taman Kenari.
Konsep wisata edukasi itu bertema KULTURA Sunda Ngariung, program ini bisa dimanfaatkan pengunjung mulai 20 Juni hingga 12 Juli 2026.
Beragam kegiatan bisa dimanfaatkan pengunjung, mulai dari membatik, membuat kerajinan bambu, pertunjukan wayang golek hingga menikmati kuliner tradisional
Program ini dikembangkan oleh PT Mitra Natura Raya, bagian dari Dyandra Media
Internasional, yang juga merupakan mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca Juga: Sunset di Kebun Phase 2 Siap Hadir Kembali di Kebun Raya Bogor, Tiket Dijual Mulai 9 Juni 2026
Direktur Perseroan PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto mengatakan KULTURA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya berfokus pada layanan wisata, tetapi juga edukasi dan pelestarian budaya Indonesia.
“KULTURA Sunda Ngariung bukan sekadar pertunjukan budaya. Ini merupakan ruang interaksi antara masyarakat dengan warisan budaya yang menjadi identitas bangsa,” ujar Marga Anggrianto.
Menurutnya, Kebun Raya Bogor memiliki peran strategis sebagai kawasan konservasi dan destinasi wisata edukasi yang mampu mempertemukan alam, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam satu ruang pembelajaran yang menyenangkan.
Selama program berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman budaya Sunda setiap hari, mulai dari kaulinan tradisional, rumah adat Sunda, instalasi budaya, alat transportasi tradisional, senjata adat, hingga showcase hasil bumi khas Pasundan.
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai workshop interaktif bersama pelaku kreatif dan perajin lokal Jawa Barat. Kegiatannya antara lain membuat maket bambu berbentuk leuit, workshop shrink paper, merangkai bunga bernuansa Sunda hingga membatik motif khas Jawa Barat.
Sementara itu, General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan menjelaskan konsep Sunda Ngariung dipilih karena merepresentasikan nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda.
“Kami ingin menciptakan ruang di mana keluarga, anak-anak, komunitas, wisatawan, dan pecinta budaya dapat berkumpul, belajar, serta menikmati budaya dalam suasana yang hangat dan menyenangkan,” kata Abi.
Selain workshop, berbagai pertunjukan seni turut disuguhkan setiap akhir pekan. Mulai dari wayang golek, sendratari bertema legenda Sunda, pertunjukan angklung, kecapi suling celempungan, tari tradisional hingga upacara adat Sunda.(bay)
Editor : Eka Rahmawati