Ajakan itu disampaikannya saat membuka secara resmi seminar dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar oleh Mahasiswa Pecinta Alam Rimba (MAPAR) Universitas Nusa Bangsa (UNB), Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurut Jenal, menciptakan Kota Bogor yang tetap asri bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kampus. Perubahan pola cuaca yang terasa semakin tidak menentu di Bogor menjadi alasan utama mengapa kolaborasi lintas pihak sangat dibutuhkan saat ini.
“Saya terus menggaungkan gerakan Jumat Bersih. Saya mengajak seluruh kampus ikut serta menjaga kebersihan lingkungan. Kondisi cuaca di Bogor sekarang sudah berbeda, sehingga kita butuh kerja sama nyata agar lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.
Baca Juga: Musim Kemarau 2026, BPBD Kabupaten Bogor Minta Warga Hemat Air Hadapi Ancaman Kekeringan
Pemkot Bogor menyatakan kesiapan penuh mendukung setiap langkah yang diambil oleh pihak kampus. Jenal berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya pada diskusi dan seminar semata, tetapi melahirkan aksi nyata yang menjadi contoh serta menginspirasi perguruan tinggi lain.
“Kami siap mendukung segala bentuk kolaborasi dan tindakan nyata dari Universitas Nusa Bangsa kapan pun dan dalam wujud apa pun demi lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Nusa Bangsa, Karmanah, menjelaskan seminar tersebut mengusung tema “Merawat Alam, Menjaga Peradaban”, dengan fokus membahas peran hutan dan manfaat ekosistem dalam menghadapi krisis iklim.
Ia mengingatkan, meskipun di tengah kota hanya tersisa kawasan hutan kota, kesadaran dan tata cara menjaga lingkungan tetap harus diterapkan dengan baik.
“Nilai kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Diharapkan ilmu yang didapat dari kegiatan ini mendorong mahasiswa berkontribusi lewat aksi nyata di lapangan,” ujar Karmanah.
Ketua Dewan Pengurus MAPAR Universitas Nusa Bangsa, Dimas Susastro, menambahkan seminar ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis kampus yang beralamat di Jalan Sholeh Iskandar.
Kegiatan tersebut dihadiri sivitas akademika, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, komunitas pecinta alam se-Bogor Raya, serta narasumber dari lembaga Community Forest Ecosystem Services (CFES).(uma)