RADAR BOGOR - Kenaikan BBM jenis Pertamax, turut berdampak terhadap operasional truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor.
Meski truk pengangkut sampah diperbolehkan mengisi BBM Subsidi, mereka mesti berangkat lebih pagi, guna menghindari antrean di SPBU.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor Deden Adi Suryadi mengungkapkan armada truk pengangkut sampah sudah harus keluar pasca adzan shubuh berkumandang.
“Karena dipengisiannya antre, kalau kita itu biasanya dimulai sebelum pelayanan kami mengisi dulu pagi-pagi, keluarkan bisanya subuh,” jelas Deden.
Langkah itu terpaksa dilakukan. DLH ingin memastikan bahwa layanan angkutan sampah di Kota Bogor tidak terkendala meski harga BBM kian melambung.
“Alhamdulillah kita tercover untuk BBM operasional subsidi yang Biosolar. Jadi kalau layanan sendiri sejauh ini kita tidak terganggu,” ujar Deden.
Baca Juga: HUT Jakarta ke-499, 17 Archipelago Hotel Beri Diskon hingga 49 Persen untuk Liburan di Ibu Kota
Pengisian BBM untuj truk pengangkut sampah dilakukan setiap hari. Total sebanyak 130 armada yang rutin beroperasi dan tersebar di enam kecamatan.
Kapasitan BBM untuk truk pengangkut sampah mencapai 22 liter. Skema pengisiannya diserahkan kepada sopir yang mengemudikannya.
“Jadi tidak mesti menunggu kosong,kembali lagi ke sopirnya, yang pasti pengisian maksimal 22 liter,” kata Deden di kantor DLH, Senin 22 Juni 2026.
Dalam sehari, masing masing armada mengangkut lima hingga empat ton sampah. Hasil pengumpulannya kemudian dibawa ke TPA Galuga.
“Kami DLH memastikan meski harga BBM non subsidi naik itu tidak berdampak ke layanan, karena kami antisipasi berangkat lebih pagi, atau sore,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin