RADAR BOGOR - Pengendara motor yang melintas di Jalan Sholeh Iskandar atau Solis Kota Bogor harus ekstra waspada sebab banyak aspal di ruas jalan ini yang bergelombang dan membahayakan .
Pantauan Radar Bogor di lokasi, aspal yang bergelombang mulai terasa dari depan Mie Gacoan, penambalan sementara membuat aspal tidak rata.
Kondisi diperparah dengan banyaknya sambungan aspal yang belum tertangani, stang pengguna motor mendadak oleng saat melintasi ruas jalan tersebut.
Hal itu seperti yang dialami Asmawi pengemudi ojek online (ojol) dan Jalan Solis menjadi salah satu titik yang kerap ia lintasi untuk mencari nafakah.
Baca Juga: Mahasiswa 20 Tahun Ditemukan tak Bernyawa di Ciseeng Bogor
“Iya sering lewat Jalan Solis karena setiap hari muternya lewat sini kan,” kata Asmawi saat ditemui Radar Bogor di Jalan Solis, Selasa, 23 Juni 2026.
Asmawi menilai aspal bergelombang di Jalan Soleh Iskandar amat berbahaya, ia bahkan nyaris jatuh imbas motornya mendadak oleng.
Perbaiki Keseluruhan, Jangan Tambal Sulam
“Sangat beresiko dan berbahaya juga, apalagi posisinya kalau sedikit ngebut stang motor ini pasti oleng,” kata pria berusia 36 tahun itu.
Pemerintah dipandang Asmawi tidak bisa tutup mata, kedua matanya bahkan sering menyaksikan pengendara motor yang jatuh di Jalan Solis.
“Sering (pengendara jatuh) terutama di depan yang Mie Gacoan itu, bergelombang banget jalannya, aspalnya tidak rata,” ucap Asmawi.
Ia pun berharap pemerintah dapat memperbaiki Jalan Solis secara keseluruhan tidak hanya tambal sulam saja, sebab ruas jalan ini termasuk aktif.
“Harapan saya, dibikin rata dibagusin lagi, kaya dari Underpas ke Delima Jaya itu udah enak sekarang dulu bergelombang,” ucap Asmawi.
Penanganan serupa juga diharap menyasar ke ruas Jalan Abdullah Bin Nuh, depan lampu merah Yasmin, Asmawi menyebut titik tersebut amat krusial.
“Yang parah di Yasmin parah banget di depan lampu merah, pernah ada yang jatuh juga kan karena nerobos lobang di deket mal situ,” terangnya.
Ruas Jalan Solis sendiri merupakan kewenangan pemerintah pusat, sebab akses ini termasuk salah satu akses jalan nasional.
Menanggapi hal ini Penilik PPK 5.2 Kementrian PU, Ivan Beni angkat suara dan mengakui bahwa memang di Jalan Sholeh Iskandar banyak titik bergelombang.
Penanganan yang dilakukan sejauh ini masih bersifat sementara dengan teknik patcinh atau pengaspalan jalan yang rusak dan bolong.
“Kalau untuk kontrunya yang bergelombang itu memang jalannya sudah lama, ada yang kondisi jalannya sudah menurun tapi kalau dari sisi keamanan itu masih aman,” ujar Ivan kepada Radar Bogor.
Meski begitu pemerintah disebutnya tidak tinggal diam, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mengecek dan melakukan penanganan sementara.
“Terutama celah atau sambungan aspal, memang mau kami lakukan penanganan sementara menggunakan aspal tik, itu sudah diajukan,” ujarnya.
Untuk di Jalan Abdullah Bin nuh sendiri memang sudah semestinta dilakukan rehab atau penanganan secara keseluruhan. Namun, ini biasa dilakukan 5 tahun sekali.
“Sekarang dia belum genap 5 tahun, kalau hitungan lima tahun itu tahun depan cuma balik lagi tergantung anggaran,” kata Ivan.
Berdasarkan catatan kepolisian, ruas Jalan Solis sendiri masuk ke dalam lima ruas jalan yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, baik motor ataupun mobil.
KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat 5 ruas jalan di wilayah hukumnya yang rawan kecelakaan terdiri dari Jalan Raya Ciawi Tajur, area putaran Adipura atau ruas jalan pintu masuk Tol Jagorawi, Jalan Pajajaran, Jalan Sholeh Iskandar dan terakhir Jalan Sudirman.
“Iya menurut catatan kami lima ruas jalan itu memang rawan kecelakaan, sepanjang tahun 2025 sudah ada 50 lebih kejadian,” jelas Iptu Lukito pada Radar Bogor.
Iptu Lukito menyebut angka kecelakaan itu mencakup beberapa kategori, mulai dari insiden ringan, kecelakaan tunggal, hingga kecelakaan fatal yang kerap menelan korban jiwa.
Kecelakaan yang terjadi di lima ruas jalan tersebut biasanya dipicu karena jalur tersebut berada pada posisi turunan. Kemudian saat malah hari lokasinya minim penerangan.
“Biasanya sering terjadi karena Jalur itu berada di turunan, kurangnya penerangan, treknya lurus, jika turun hujan jalanan ada genangan dan membuat treknya licin,” ungkapnya.
Para pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di 5 ruas jalan tersebut dan bagi pengendara roda diminta untuk tidak lupa menggunakan helm sedangkan pengemudi mobil agar mengurangi pacu kendaraannya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati