RADAR BOGOR - Inflasi Kota Bogor pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,19 persen secara tahunan atau year-on-year (y-o-y). Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari, mengatakan kondisi inflasi di Kota Bogor masih terkendali meski terdapat sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga.
Baca Juga: Pemkab Bogor Mulai Bangun Jembatan Bomang
“Inflasi Bulan Mei 2026 secara year-on-year Kota Bogor sebesar 3,19 persen, masih aman terkendali dalam rentang target inflasi sebesar 1,5 persen sampai 3,5 persen,” ujar Dewi kepada Radar Bogor, Rabu, 24 Juni 2026.
Sementara itu, inflasi secara bulanan atau month-to-month (m-t-m) pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,24 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas bahan pangan.
Menurut Dewi, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi pada Mei 2026 antara lain cabai merah, bawang merah, cabai rawit, dan minyak goreng.
“Inflasi bulanan sebesar 0,24 persen diakibatkan oleh kenaikan harga komoditas bahan pangan seperti cabai merah, bawang merah, cabai rawit, dan minyak goreng,” jelasnya.
Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang turut menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga. Komoditas tersebut yakni telur ayam ras dan bawang putih.
Sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah, Pemkot Bogor melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai langkah pengawasan di lapangan.
Selama Mei 2026, sejumlah kegiatan telah dilakukan, di antaranya inspeksi mendadak (sidak) lapak hewan kurban di Jalan KH R Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat.
Selain itu, melakukan pengawasan terhadap pompa ukur bahan bakar minyak (BBM), pengujian kebenaran takaran, serta pengecekan cap tanda tera di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Tak hanya itu, pengawasan juga dilakukan terhadap barang dalam keadaan terbungkus (BDKT), termasuk pengujian kuantitas dan pelabelan di sejumlah agen LPG 3 kilogram.
Dewi menegaskan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga, melindungi konsumen, serta memastikan distribusi barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan.
“Pengawasan terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan mendukung pengendalian inflasi di Kota Bogor,” tandasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati