Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tata Wilayah Cimahpar, Pemkot Bogor bakal Bangun Taman Batas Kota

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 24 Juni 2026 | 21:58 WIB
Penataan wilayah Cimahpar yang dipimpin oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. (Dok. Humas Pemkot Bogor)
Penataan wilayah Cimahpar yang dipimpin oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. (Dok. Humas Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor mulai melakukan pembenahan kawasan perbatasan di wilayah Cimahpar sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah kota. Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan taman di kawasan batas Kota Bogor yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Tahap awal penataan diawali dengan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan tanpa izin di area bawah jembatan tol yang berada di perbatasan kedua wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib sebelum memasuki tahap pembangunan berikutnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa pembangunan tidak lagi hanya dipusatkan di kawasan inti kota. Menurutnya, wilayah perbatasan juga menjadi prioritas agar perkembangan infrastruktur dan kualitas lingkungan dapat dirasakan secara merata, termasuk di kawasan Cimahpar.

Baca Juga: Inflasi Kota Bogor Mei 2026 di Angka 3,19 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan BBM

Setelah proses penertiban selesai, Pemerintah Kota Bogor akan melanjutkan penataan melalui perbaikan sistem drainase sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur kawasan.

“Pembangunan saat ini tidak selalu fokus di tengah Kota Bogor saja, tetapi juga sudah menyentuh wilayah perbatasan, salah satunya kawasan Cimahpar,” ujar Dedie.

Di samping itu, proyek pembangunan Ring Road 2 juga tetap berjalan sesuai rencana. Saat ini pemerintah masih melaksanakan proses pembebasan lahan sebagai tahapan penting untuk mendukung peningkatan konektivitas antarkawasan di Kota Bogor.

Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, menjelaskan bahwa seluruh langkah penataan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bogor. Ia mengatakan pembenahan kawasan akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim).

Menurut Riki, pemerintah juga akan menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Keterlibatan dunia usaha diharapkan dapat mempercepat proses penataan sekaligus meningkatkan kualitas kawasan perbatasan.

“Dengan begitu, gerbang Kota Bogor, khususnya di wilayah Cimahpar yang berbatasan dengan Sukaraja, akan semakin tertata, masyarakat yang melintas dari arah Sukaraja maupun Sentul akan disambut dengan lingkungan yang lebih indah dan nyaman,” kata Riki.

Ia menilai pembenahan tersebut akan memberikan kesan pertama yang lebih baik bagi masyarakat yang memasuki Kota Bogor dari arah Sukaraja maupun Sentul. Dengan kondisi lingkungan yang lebih tertata, kawasan gerbang kota di Cimahpar diharapkan menjadi lebih menarik, nyaman, dan representatif.

Selain memperindah tampilan kawasan, program penataan juga bertujuan meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan. Riki mengungkapkan bahwa sebelumnya aparat sempat menemukan aktivitas penjualan obat-obatan terlarang di lokasi tersebut dan para pelakunya telah diamankan oleh pihak berwenang.

Melalui penataan yang dilakukan secara menyeluruh, Pemerintah Kota Bogor berharap potensi gangguan ketertiban dapat diminimalkan sehingga kawasan perbatasan di Cimahpar berkembang menjadi lingkungan yang lebih aman, tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
#batas kota #bogor #Cimahpar #pemkot