RADAR BOGOR – Pimpinan Radar Bogor berajangsana ke Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, di Kantor DLH, Paledang, Bogor Tengah, Jumat, 26 Juni 2026. Pertemuan itu menjadi silaturahmi terakhir sebelum Denni resmi memasuki masa purna tugas pada akhir Juni 2026.
Pada kesempatan itu, Denni juga menerima piagam penghargaan dari Radar Bogor. Piagam bergambar dirinya berdiri di depan Tugu Kujang sambil mengangkat Piala Adipura itu menjadi bentuk apresiasi atas dedikasinya menjaga kebersihan Kota Bogor.
CEO Radar Bogor, Nihrawati AS mengapresiasi pengabdian Denni selama memimpin DLH. Menurutnya, kolaborasi melalui program Bogorku Bersih memberi dampak besar terhadap kebersihan Kota Bogor.
Baca Juga: Helaran Kota Bogor Digelar Besok Malam, Tampilkan Puluhan Sanggar Kebudayaan
Program tersebut turut mengantarkan Kota Bogor meraih tiga Piala Adipura. Raihan penghargaan kota bersih itu menjadi salah satu warisan terbaik yang ditinggalkan Denni selama memimpin DLH.
"Kami sangat senang bisa bermitra dengan Pak Denni selama ini, sebab, kolaborasi yang dijalankan sangat baik," ujarnya.
Nihrawati juga berharap Denni tetap sehat dan menikmati masa purna tugas dan mengundang Denni untuk kembali menjadi juri kehormatan dalam program Bogorku Bersih yang akan segera digelar.
"Tak lama lagi Bogorku Bersih akan berlangsung, semoga Pak Denni masih berkenan menjadi juri kehormatan kami," ucapnya.
Denni menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Radar Bogor, menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan kota tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk media.
"Kehadiran Radar Bogor melalui Bogorku Bersih sangat membantu menggalakkan kebersihan lingkungan di Kota Bogor," katanya.
Denni menjabat Kepala DLH sejak April 2020. Sebelumnya, ia mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Bogor sejak 2000.
"Saya sudah 26 tahun mengabdi di Pemkot Bogor. Sebagian besar perjalanan karier saya di DLH hingga dipercaya menjadi kepala dinas," bebernya.
Usai purna bakti, Denni mengaku mendapat sejumlah tawaran untuk tetap berkontribusi, salah satunya mengawal proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tetapi ia memilih beristirahat sejenak sebelum menentukan langkah berikutnya.
"Saya tentu akan jeda sejenak sebelum akhirnya memutuskan akan ke mana lagi," pungkasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati