Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Guru Kota Bogor Pelatihan Pendampingan ABK, Kagume Dorong Penguatan Kompetensi Pendidikan Inklusif

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 26 Juni 2026 | 17:08 WIB
Guru pendamping dari berbagai sekolah inklusi di Kota Bogor mengikuti pelatihan bertajuk Penguatan Kompetensi Guru Dalam Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus. (Dok. Kagume)
Guru pendamping dari berbagai sekolah inklusi di Kota Bogor mengikuti pelatihan bertajuk Penguatan Kompetensi Guru Dalam Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus. (Dok. Kagume)

RADAR BOGOR - Puluhan guru pendamping dari berbagai sekolah inklusi di Kota Bogor mengikuti pelatihan penguatan kompetensi guru pendamping anak berkebutuhan khusus (ABK) yang digelar Yayasan Pendidikan Sinar Indonesia bersama Komunitas Guru Anak Istimewa (Kagume), Jumat, 26 Juni 2026 di Bale Rakyat DPRD Kota Bogor.

Kegiatan yang mengusung tema "Ngobrol Asik Sinar Indonesia Bareng Kagume" itu menghadirkan praktisi pendidikan inklusi, R. Suhaibah, sebagai narasumber. Pelatihan berlangsung sejak pagi hingga siang ini diikuti sebanyak 80 peserta.

Wakil Ketua Kagume Kota Bogor, Handi Sopian mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas guru pendamping. Hal ini agar mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Baca Juga: Jelang Purna Tugas, Radar Bogor Apresiasi Pengabdian Kadis DLH Denni Wismanto

Menurutnya, guru pendamping memegang peran penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif. Sebab peningkatan kompetensi harus terus dilakukan agar guru memiliki pemahaman, strategi, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat kompetensi guru pendamping, sehingga mereka memiliki bekal yang lebih baik dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah," ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep pendidikan inklusi, strategi pendampingan ABK di lingkungan sekolah, hingga berbagi pengalaman dalam menangani berbagai karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus.

Handi menilai, forum diskusi seperti ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk saling bertukar praktik baik dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran.

"Sementara itu, kehadiran Direktur Sinar Indonesia menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan inklusif melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya guru pendamping," ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, Yayasan Pendidikan Sinar Indonesia dan Kagume berharap semakin banyak guru yang memiliki kompetensi, wawasan, serta strategi praktis dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Dengan demikian, lingkungan belajar yang ramah, setara, dan inklusif dapat terus berkembang di sekolah-sekolah Kota Bogor. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#kagume #kota bogor #guru