Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dari Sawah ke Meja Makan, Strategi Polresta Bogor Kota Jaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 26 Juni 2026 | 17:41 WIB
Petugas Polresta Bogor Kota bersama petani saat monitoring pertanian jagung. (Dok. Polresta Bogor Kota)
Petugas Polresta Bogor Kota bersama petani saat monitoring pertanian jagung. (Dok. Polresta Bogor Kota)

RADAR BOGOR – Di bawah terik matahari Sabtu pagi, 16 Mei 2026, deretan tanaman jagung di wilayah Bogor Selatan tampak menguning siap panen. Di lahan itu, petani dan personel Polresta Bogor Kota berdiri berdampingan, menyaksikan hasil kerja bersama yang telah dirawat sejak masa tanam beberapa bulan sebelumnya.

Panen raya jagung tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Di baliknya, terdapat rangkaian panjang penguatan ketahanan pangan yang melibatkan Polresta Bogor Kota dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Tidak hanya berhenti pada panen, Polresta Bogor Kota mengawal proses pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari pendampingan petani di lahan, monitoring pertumbuhan tanaman, hingga memastikan hasil panen terserap dan kembali ke masyarakat dalam bentuk pangan yang terjangkau.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Polresta Bogor Kota Diserbu Warga, Wakapolda Jabar Tinjau Langsung

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengatakan, keterlibatan Polri dalam sektor ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah sekaligus upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Personel Polresta Bogor Kota juga mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah secara produktif dengan menanam tanaman pangan, sayuran, maupun hortikultura yang bernilai ekonomis,” ujar Kombes Rio.

Monitoring Sejak Masa Tanam

Sejak masa tanam, jajaran Polresta Bogor Kota bersama unsur kewilayahan rutin melakukan monitoring terhadap lahan jagung binaan Polri di wilayah hukum setempat. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Dalam setiap kunjungan, personel kepolisian juga berkoordinasi dengan kelompok tani dan pemerintah daerah agar pengelolaan lahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Bhabinkamtibmas turut turun langsung memberikan pendampingan, penyuluhan, hingga motivasi kepada petani.

Tidak hanya itu, dukungan juga diberikan dalam bentuk bantuan alat mesin pertanian (alsintan) serta kebutuhan dasar lainnya guna menunjang produktivitas pertanian.

Sejumlah petani di Bogor Selatan mengaku pendampingan tersebut membuat mereka merasa lebih terbantu. Kehadiran aparat di lahan disebut memberi dorongan moral sekaligus solusi atas berbagai kendala teknis di lapangan.

Pengawalan hingga Serapan BULOG

Setelah masa panen tiba pada pertengahan Mei 2026, pengawalan kembali dilanjutkan ke tahap distribusi. Polresta Bogor Kota bersama Polda Jawa Barat melakukan monitoring terhadap proses serapan jagung oleh Perum BULOG.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas hasil panen sesuai standar sehingga dapat diterima sebagai bagian dari cadangan pangan nasional, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani agar hasil panen tidak berhenti di tingkat produksi.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, BULOG, dan kelompok tani ini diharapkan dapat memperkuat program swasembada pangan serta menjaga keberlanjutan produksi pertanian di daerah.

Gerakan Pangan Murah di Alun-Alun Kota Bogor

Tidak hanya di lahan, penguatan ketahanan pangan juga menyentuh langsung masyarakat. Pada Rabu, 11 Maret 2026, ratusan warga memadati kawasan Alun-Alun Kota Bogor sejak pagi untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polresta Bogor Kota.

Warga terlihat mengantre dengan membawa kupon dan kantong belanja, menunggu giliran untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi. Suasana berlangsung tertib meski antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak awal kegiatan.

Dalam program tersebut, paket kebutuhan pokok senilai sekitar Rp215.700 dapat ditebus dengan harga Rp100.000. Paket itu berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, telur ayam, daging ayam, daging sapi, serta cabai rawit.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga bahan pangan, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan.

Komitmen Bersama Polda Jawa Barat

Program tersebut juga mendapat perhatian dari jajaran Polda Jawa Barat. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan program terus dipantau agar berjalan optimal dan tepat sasaran, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau. Ini merupakan bentuk komitmen kami bersama pemerintah daerah untuk membantu masyarakat,” ujar Brigjen Adi Vivid saat meninjau kegiatan di Kota Bogor.

Ia juga menambahkan bahwa stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Jawa Barat dengan koordinasi lintas jajaran kepolisian.

Dari Sawah ke Meja Makan

Rangkaian kegiatan dari hulu hingga hilir ini menunjukkan bahwa Polresta Bogor Kota tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.

Mulai dari pendampingan petani di sawah, pengawasan produksi, distribusi hasil panen, hingga memastikan keterjangkauan harga di tengah masyarakat, seluruhnya menjadi satu rantai kerja yang saling terhubung.

Melalui pendekatan tersebut, Polresta Bogor Kota berupaya memastikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi program, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden Prabowo dalam membangun kemandirian pangan nasional. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#ketahanan pangan #polresta bogor kota #stabilitas harga