Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemkot Bogor Gelar Festival Flona Perdana, Edukasi Pelestarian Alam

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 26 Juni 2026 | 23:21 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor saat hadir pada Festival Flora dan Fauna (Flona) di Taman Heulang. (Dok. Humas Pemkot Bogor)
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor saat hadir pada Festival Flora dan Fauna (Flona) di Taman Heulang. (Dok. Humas Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk pertama kalinya menggelar Festival Flora dan Fauna (Flona) di Taman Heulang, Kota Bogor. Kegiatan yang digagas Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) ini berlangsung pada 25–27 Juni 2026 sebagai sarana edukasi pelestarian alam bagi masyarakat dari berbagai kalangan usia.

Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, mengatakan Festival Flona menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Selain Festival Flona, kawasan Taman Heulang juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan lomba kicau burung Kota Cup II pada 5 Juli 2026.

"Hari ini kita melakukan kegiatan dalam rangkaian Hari Jadi Bogor ke-544. Festival Flora dan Fauna ini menjadi yang pertama dan berlangsung mulai 25 sampai 27 Juni 2026. Ke depan kegiatan ini akan rutin kita lakukan setiap tahun," kata Chusnul, Jumat, 26 Juni 2026.

Baca Juga: Taufik Hidayat Minta Maaf, Dedi Mulyadi: Kawal sampai Pengadilan dengan Putusan Seadilnya-adilnya

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan festival cukup tinggi, terutama pada pagi dan sore hari. Hal itu menjadi dorongan bagi Pemkot Bogor untuk terus mengembangkan kegiatan serupa sebagai ruang edukasi sekaligus rekreasi.

Festival Flona perdana melibatkan enam komunitas yang terdiri dari tiga komunitas flora dan tiga komunitas fauna. Beragam koleksi tanaman hias, tanaman pelindung, satwa peliharaan, hingga hewan eksotis diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran dan edukasi langsung dari komunitas.

"Melalui kegiatan ini kita ingin mewujudkan Bogor yang nyaman. Nyaman itu artinya kita tetap menjaga alam, melestarikan alam, dan alam pun menjaga kita. Ini merupakan simbiosis antara manusia, tumbuhan, dan hewan yang saling membutuhkan," ujarnya.

Selain pameran flora dan fauna, festival juga diramaikan dengan stan produk unggulan masyarakat, layanan vaksinasi hewan, serta lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak. Chusnul menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

"Edukasi sejak dini itulah yang ingin kita bangun. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlangsung secara reguler setiap tahun agar jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang ada di Kota Bogor bisa lebih hidup lagi," katanya.

Chusnul menjelaskan, ide penyelenggaraan Festival Flona berangkat dari identitas Kota Bogor sebagai kota hijau yang memiliki kekayaan flora dan fauna serta banyak komunitas yang aktif bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diwadahi melalui sebuah festival yang mempertemukan berbagai komunitas agar semakin dikenal masyarakat.

"Ini baru awal dan baru ada enam komunitas yang kita ajak. Mudah-mudahan ke depan, setelah kegiatan ini rutin dilaksanakan, akan semakin banyak komunitas yang bergabung," ucapnya.

Ia berharap Festival Flona dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengenalkan kekayaan hayati Kota Bogor kepada anak-anak, remaja, hingga orang tua.

"Kita ingin masyarakat melihat bahwa kehidupan flora dan fauna di Kota Bogor sangat beragam. Inilah alam yang harus kita jaga bersama," pungkasnya.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#festival flona #bogor