Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Status ODF Kota Bogor Dipertahankan, Dinkes Kejar Ribuan Rumah Belum Punya Septic Tank

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 28 Juni 2026 | 18:31 WIB
Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena saat memberikan keterangan soal Hantavirus. (Foto: Fikri/Radar Bogor)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Status 100 persen Open Defecation Free (ODF) yang diraih Kota Bogor pada 2023 terus dipertahankan dan pasa saat yang sama akses sanitasi aman bagi masyarakat juga terus dikebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan, upaya tersebut dilakukan melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat serta peningkatan kualitas sarana sanitasi rumah tangga.

"Status ODF harus dijaga secara konsisten, tidak hanya mempertahankan capaian, tetapi juga meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat menuju sanitasi aman," ujar Erna.

Baca Juga: Penataan Alun-Alun Empang Bogor Dimulai, Ada Area Kuliner hingga Lahan Parkir

Hingga Mei 2026, penanganan rumah tangga yang sebelumnya masih buang air besar sembarangan (BABS) terus menunjukkan perkembangan. Dari target 35.884 rumah, sebanyak 16.975 rumah atau 47,3 persen telah ditangani.

Meski begitu, masih ada 18.909 rumah atau 20.815 kepala keluarga yang belum memiliki septik tank. Rumah-rumah tersebut tersebar di 59 kelurahan.

Selain itu, sebanyak 42.207 kepala keluarga masih menggunakan sarana sanitasi yang belum layak, seperti cubluk. Kondisi itu membuat peningkatan sanitasi aman masih menjadi pekerjaan rumah.

Erna menjelaskan, penguatan dilakukan melalui lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Mulai dari stop BABS, cuci tangan pakai sabun, pengamanan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Saat ini, sembilan kelurahan telah berhasil menuntaskan persoalan BABS. Masing-masing yakni Kelurahan Rancamaya, Pabaton, Bojongkerta, Tajur, Cibadak, Bondongan, Kayumanis, Kencana, dan Mekarwangi.

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dan berbasis data. Dinkes memperbarui data STBM setiap tahun melalui Aplikasi Rasajaga. Surveilans lapangan juga dilakukan bersama puskesmas, kelurahan, dan kader kesehatan.

Di sisi lain, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Dinkes menggandeng Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, Perumda Tirta Pakuan, pemerintah wilayah, hingga masyarakat.

"Melalui kolaborasi ini kami berharap status ODF tetap terjaga dan masyarakat semakin sadar pentingnya sanitasi yang aman. Dengan begitu Kota Bogor akan semakin sehat, bersih, dan nyaman," pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #dinkes #odf #septic tank