Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

DPRD Kota Bogor Soroti Parkir hingga Sirkulasi Udara di Pasar Jambu Dua

Fikri Rahmat Utama • Senin, 29 Juni 2026 | 15:49 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Achmad Rifki Alaydrus saat meninjau Pasar Jambu Dua. (Dok. Humas DPRD Kota Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Achmad Rifki Alaydrus saat meninjau Pasar Jambu Dua. (Dok. Humas DPRD Kota Bogor)

RADAR BOGOR – Meski mengapresiasi hasil penataan fisik Pasar Jambu Dua, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Achmad Rifki Alaydrus menilai masih ada sejumlah aspek yang harus segera dibenahi. Mulai dari kapasitas parkir, akses transportasi publik, penataan arus pengunjung, hingga sirkulasi udara di sentra kuliner lantai dua.

Catatan tersebut disampaikan Rifki usai mengikuti peninjauan Pasar Jambu Dua bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, serta jajaran Pemerintah Kota Bogor, Senin, 29 Juni 2026.

"Hari ini kami mengikuti peninjauan langsung ke Pasar Jambu Dua bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor, dalam hal ini Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota, beserta jajaran Pemkot, untuk memastikan kesiapan fasilitas serta kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja," ujar Rifki.

Baca Juga: HLUN ke-30, Dinsos Kota Bogor Salurkan Alat Bantu untuk Lansia

Berdasarkan hasil peninjauan, Rifki mengapresiasi kondisi bangunan Pasar Jambu Dua yang dinilai jauh lebih representatif dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, kios dan los pedagang telah tertata dengan baik, disertai fasilitas pendukung seperti area parkir, jalur bongkar muat barang, dan sarana umum lainnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bogor yang terus melakukan pembenahan akses jalan menuju kawasan pasar untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

Meski demikian, Rifki menegaskan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pengelola maupun Pemerintah Kota Bogor agar pasar dapat berfungsi secara optimal.

"Masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, terutama optimalisasi kapasitas parkir, akses transportasi, penataan arus pengunjung, kebersihan, keamanan, dan perlu ditambahkannya seperti kipas atau blower untuk di lantai dua yang saat ini menjadi sentra kuliner," jelas Rifki.

Menurut Rifki, keberadaan kipas atau blower di area kuliner menjadi penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Dengan sirkulasi udara yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih betah beraktivitas di dalam pasar.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan revitalisasi pasar tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan. Tingginya aktivitas jual beli dan jumlah pengunjung juga menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan pasar tradisional.

"Pasar yang bagus harus diikuti dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi, sehingga para pedagang dapat memperoleh penghasilan yang layak," tuturnya.

Karena itu, Rifki mendorong adanya strategi untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke Pasar Jambu Dua sehingga keberadaan pasar benar-benar mampu menggerakkan perekonomian lokal dan menjadi wadah pemberdayaan pelaku UMKM.

Ia memastikan Komisi II DPRD Kota Bogor akan terus mengawal proses evaluasi pengelolaan Pasar Jambu Dua bersama Pemerintah Kota Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya selaku pengelola.

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar berbagai kekurangan yang masih ditemukan dapat segera ditindaklanjuti, sehingga Pasar Jambu Dua berkembang menjadi pusat perdagangan rakyat yang nyaman, tertib, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #dprd #Pasar Jambu Dua