RADAR BOGOR - Minimnya koordinasi sebelum pekerjaan lapangan menjadi sorotan dalam insiden yang menewaskan seorang pegawai Dinas PUPR Kota Bogor.
PT PLN mengaku tidak menerima pemberitahuan terkait pekerjaan pencabutan tiang utilitas di bawah jaringan listrik tegangan tinggi.
Manager PLN UP3/ULP Bogor Timur, Setiadi mengatakan, pihaknya mengetahui ada kegiatan penataan utilitas pascapembongkaran PKL di Jalan Tumenggung Wiradiredja. Namun, tidak ada pemberitahuan ataupun koordinasi kepada PLN sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Baca Juga: Tersengat Listrik, Pegawai Dinas PUPR Kota Bogor Meninggal
"Tidak ada pemberitahuan bahwa akan ada kegiatan di sana. Memang kami mengetahui sedang ada perbaikan utilitas setelah pembongkaran PKL, tetapi mungkin ada miskomunikasi sehingga tidak ada pemberitahuan ke PLN," ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Setiadi, setiap pekerjaan yang dilakukan di bawah jaringan listrik PLN, khususnya jaringan tegangan tinggi, seharusnya dikoordinasikan terlebih dahulu. Hal itu diperlukan agar petugas PLN dapat melakukan pendampingan dan pengawasan selama pekerjaan berlangsung.
"Kami mengimbau kepada semua pihak yang berkegiatan di bawah jaringan listrik PLN, terutama tegangan tinggi, agar berkoordinasi dengan kami. Baik pekerjaan pemeliharaan maupun pekerjaan nonteknis," katanya.
Ia menjelaskan, PLN selama ini rutin melakukan sosialisasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan, baik melalui media, kanal digital, maupun edukasi langsung oleh petugas K3.
Namun, luasnya jaringan listrik membuat PLN membutuhkan informasi dari instansi atau pihak yang akan melaksanakan pekerjaan di lapangan.
"Kami juga tidak bisa bekerja sendiri. Kalau ada pekerjaan, minimal sehari sebelumnya kami mendapat laporan agar bisa melakukan pendampingan dan pengawasan. Dengan begitu hal-hal seperti ini bisa dicegah," jelasnya.
Setiadi memastikan sistem proteksi jaringan listrik PLN bekerja normal saat insiden tersebut terjadi. Menurutnya, aliran listrik sempat terputus sesaat sebagai bentuk pengamanan otomatis.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Bogor, Agus Sobari menegaskan pihaknya telah melakukan survei sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Menurut Agus, kajian terhadap kondisi utilitas di lokasi juga sudah dilakukan. Namun, posisi tiang yang tertanam di dalam tanah tidak dapat diperkirakan secara pasti.
"Sebelum dieksekusi pasti kami survei terkait utilitas. Yang tidak kami ketahui adalah posisi tiang yang tertanam di dalam tanah," katanya.
Ia menduga kondisi permukaan jalan yang telah mengalami peninggian akibat berbagai pekerjaan konstruksi membuat ujung tiang yang dicabut berada lebih dekat dengan jaringan listrik tegangan tinggi.
"Mungkin karena level jalan sudah naik, akhirnya ujung tiang posisinya sampai ke jaringan listrik di atas. Kalau kajian pasti dilakukan, tidak mungkin tidak," pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati