Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tiga Jabatan Tinggi di Lingkungan Pemkot Bogor Dirombak, Ini Tugas Khusus yang Diberikan

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 30 Juni 2026 | 10:27 WIB
Pelantikan tiga jabatan pimpinan tinggi di Balaikota Bogor Selasa 30 Juni 2026.
Pelantikan tiga jabatan pimpinan tinggi di Balaikota Bogor Selasa 30 Juni 2026.

RADAR BOGOR - Tiga jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemkot Bogor dirombak. Mereka dilantik pada Selasa 30 Juni 2026 di Balaikota Bogor.

Pertama Rudiyana sebagai Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Ia semula menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi.

Kedua yaitu Rudy Mashudi sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Rudy semula mengemban amanah sebagai Kepala Bapperida Kota Bogor.

Dan terakhir Pupung W Purnama. Ia akhirnya didefinitifkan sebagai Kasatpol PP Kota Bogor setelah sebelumnya hanya sebagai Pelaksana Tugas atau PLT.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Ia berharap ada segala cita-cita masyarakat bisa terwujud oleh pejabat yang baru.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan masyarakat, bisa terwujud dengan kepemimpinan dari para kepala dinas yang baru saja dilantik,” jelas Dedie.

Baca Juga: Warga Bogor Bisa Ajak Anak Beri Makan Rusa dan Domba di Funimal Park Sukabumi

Dedie menuturkan terdapat beberapa tantangan yang mesti dihadapi, terutama untuk Kasatpol PP dan Kepala DLH Kota Bogor yang baru.

Kasatpol PP difokuskan untuk penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Alun-Alun Kota Bogor, Sempur dan Taman Heulang.

“Tentu dengan kemarin pa Pupung beberapa sebagai PLT Kasatpol PP, setelah itu bisa melaksanakan tugas sepenuh hati dengan kewenangan yang ada,” jelasnya.

Harapan masyarakat disebut Dedie amat tinggi agar kota atau wilayahnya bisa tertata. Dedie juga turut menaruh harapan serupa.

Berikutnya untuk Kadis LH yang baru. Beberapa progran besar sudah didepan mata, salah satunya proyek penanganan sampah menjadi energi listrik 

Program ini sudah dirintis oleh Deni Wismanto yang kini sudah masuk purna tugas. Sosok Rudi Mashudi diminta melanjutkan perjuangan tersebut.

“Tanggal 8 Juli PSEL  akan ada groundbreaking dan saya pikir ini harus dikawal karena kan pembangunan ini 1,5 tahun,” terang Dedie.

Baca Juga: Profil Orlando Gill, Kiper Paraguay Setinggi Hampir 2 Meter yang Singkirkan Jerman

Pengembangan proyek PSEL bukan hanya dari sisi infrastruktur saja. Tapi masyrakat juga mesti didorong untuk pandai mengalola sampah dari rumah.

“Ada yang namanya Reduxe Recyle dan reuse untuk sampah. persiapan untuk masyarakat Bogor adalah pemilahan sampah dari hulu. Ini juga kan tugas berat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Dedie juga turut melantik empat jabatan fungsionalis dan dua orang yang diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#pemimpin tinggi #Dedie Rachim #pemkot bogor