RADAR BOGOR - Struktur Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Paledang sudah dibongkat, bangunan tersebut kini hanya menyisakan puing-puing saja.
Pantauan Radar Bogor, puing-puing disimpan di sisi kiri dan kanan jalan, di sekitar tumpukan puing juga dipasangi garis pembatas.
Besi bekas pegangan tangga dan bekas pondasi juga masih terlihat di sekitar lokasi, dua alat berat masih tersimpan rapi di depan Lapas Paledang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembongkaran JPO, Doddy Wahyudin mengungkapkan proses pembongkaran tinggal 20 persen.
“Jadi kurang lebih progresnya sudah 80 persen sekarang. Struktur bangunan sudah terbongkar tinggal pembersihan area saja,” ujar Doddy, Selasa, 30 Juni 2026.
Baca Juga: 316 Atlet Ramaikan Kejurkot PBSI Kota Bogor, Bidik Calon Juara Masa Depan
Doddy menerangkan seluruh proses pembongkaran JPO Paledang ditargetkan rampung pada 2 Juli 2026 mendatang. Puing-puing pun akan segera diangkut.
“Puing-puing dibawa ke Dinas PUPR Kayumanis dan besi besinya dikembalikan lagi ke bagian aset, entah itu mau dilelang lagi atau seperti apa,” jelas Doddy.
Ke depannya akses penyebrangan akan mengandalkan zebra cros, Dinas Perhubungan (Dishub) disebut Doddy juga akn kembali menata akses tersebut.
“Iya begitu kami akan tata ulang karena ini berkaitan dengan program PUPR terkait dengan penataan pedestrian,” terang Doddy.
Diinformasikan sebelumnya Pembongkaran JPO Paledang dilakukan bukan tanpa alasan, akses penyebrangan ini sudah tidak layak untuk digunakan.
Ketidaklayakan itu sesuai dengan hasil hasil penelitian Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI dengan Nomor: BM 0503-DO/689.
Tingginya JPO Paledang mencapai di atas 30 derajat. Sehingga bangunan tersebut tidak ramah, khususnya bagi masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas (bay)
Editor : Eka Rahmawati