Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fasilitas Bus Stop di Kota Bogor Didemo Sopir Angkot, Dedie Sebut Biskita Bukan Saingan

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 1 Juli 2026 | 11:40 WIB
Para penumpang Biskita Transpakuan, Kota Bogor.
Para penumpang Biskita Transpakuan, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Angkot dan Biskita Transpakuan disebut bukan moda transportasi umum yang saling bersaing satu sama lain.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat merespon tuntutan sopir angkot yang meminta agar 8 bus stop Biskita di jalur Ciawi-Tajur dicabut.

Alasan sopir angkot melayangkan tuntutan tersebut, lantaran pendapatannya turun. Penumpang disebut banyak yang beralih, setelah adanya penambahan bus stop Biskita.

Dedie menyampaikan dasar pemasangan bus stop sendiri untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Mereka bisa lebih mudah mengakses Biskita. 

“Jadi saya akan evaluasi. Namun saya tetap berpedoman kepada bagaimana kebutuhan masyarakat ini dapat terlayani,” kata Dedie di Balaikota Bogor.

Sopir angkot mestinya tidak perlu merasa tersaingi. Sebab jumlah armada Biskita Transpakuan tidak lebih banyak dari armada angkot yang mengaspal.

Baca Juga: Cetak Pemimpin Muda Berintegritas, Unpak Latih Ratusan Pengurus OSIS SMK Kota Bogor

“Koridor 1 itu kan jumlahnya enggak banyak. Jadi, mestinya bukan persaingan. Mungkin yang harus kami evaluasi adalah jumlah kendaraan angkutan AKDP,” ujarnya.

Jumlah AKDP yang mengaspal ke Kota Bogor justru lebih banyak. Sehingga Dedie menyebut bukan Biskita yang harus dikorbankan dalam prihal ini.

Keberadaan Biskita dipandang Dedie justru banyak membantu masyarakat. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi umum itu sudah tinggi.

“Bayangkan masyarakat yang sudah lelah, bekerja, naik kereta, kemudian kembali ke rumahnya masing-masing, kan tentu mereka juga perlunya nyaman,” ujarnya.

Kalaupun terdapat persaingan antara Biskita dan Angkot diharap Dedie dapat disikapi secara sehat. Pemerintah dalam hal ini akan berpijak di tengah-tengah. 

“Saya ingatkan Pemkot Bogor akan mengevaluasi dan tentunya memprioritaskan kebutuhan masyarakat agar masyarakat tidak terganggu dengan adanya apa namanya, aspirasi tadi,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#bus stop #Biskita #Dedie Rachim #angkot