RADAR BOGOR - Warga Kota Bogor diajak untuk mulai menanam cabai di rumahnya masing-masing. Langkah ini bagian dari upaya untuk menekan inflasi.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan cabai jadi salah satu pengungkit inflasi yang selama ini terjadi di wilayahnya.
“Salah satu pengungkit inflasi di Kota Bogor adalah kebutuhan cabai yang cukup tinggi, terutama cabai merah dan cabai rawit,” terang Dedie pada awak media.
Oleh karenanya Dedie mendorong agar DKPP mulai menggawangi gerakan tanam cabai dari rumah. Sehingga warga tidak perlu repot beli ke pasar.
“Jadi cabai rawit bisa dipenuhi dari rumah masing-masing tidak usah beli di pasar sehingga suplai yang terganggu sama cuaca bisa ditanggulangi,” ujar Dedie.
Pada bulan Mei 2026 lalu, kebutuhan cabai di Kota Bogor mencapai 292 ton. Angka tersebut terbilang cukup tinggi, sehingga gerakan tanam cabai jadi penting.
Baca Juga: AC Milan Masih Pantau Bek Timnas Portugal, Ogah Buru-Buru Negosiasi
“Apabila di satu rumah minimal 5 pot cabai saja, ibu rumah tangga tidak perlu khawatir saat terjadi inflasi. Kebutuhan masak di rumah sudah tercukupi,” ucap Dedie.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah, Hanafi menambahkan Kota Bogor sendiri memang bukan wilayah produsen Cabai.
“Kota Bogor itu daerah produsen, di kita tidak ada kebun, tapi yang punya pekarangan kita sarankan untuk menanam,” ungkap Hanafi pada Radar Bogor.
Gerakan tanam cabai ini sebetulnya sudah dicoba oleh warga yang tergabung dalam Kelompok Tani. Mereka menggarap lahan tidur di Bogor Selatan.
“Kita sudah lakukan itu sejak tiga tahun lalu, waktu jamannya Sekda bu Khofifah. Ada lahan tidur di Bogor Selatan kita kerja sama kita tanam cabai disana,” jelasnya.
Hanafi menerangkan Pemerintah Kota Bogor juga punya skema jangka pendek unruk memenuhi kebutuhan cabai warganya.
Medeka bekerja sama dengan pihak ketiga atau dengan wilayah lain untuk memasok cabai. Tugas pemerintah mengendalikan harga di pasaran.
“Kita kerja sama dengan Garut, disana ada champion bawang, ada champion cabai untuk menutupi kebutuhan kita, disamping temen temen kita di pasar itu bisnis to bisnis sudah ada, tinggal pemerintah mengendalikan harga itu,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin