RADAR BOGOR - Rumah Sakit Islam (RSI) Bogor menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit syariah berbasis wakaf yang mengedepankan pelayanan untuk seluruh lapisan masyarakat. Komitmen itu ditegaskan dalam tabligh akbar yang digelar RS Islam Bogor sebagai rangkaian Milad ke-35 di Masjid Baitussyifa, Jalan Perdana Raya, Kedungbadak, Kota Bogor, Rabu, 1 Juli 2026.
Kegiatan bertema “Menginspirasi Semangat Hijrah, Menguatkan Khidmat RS Islam di Usia 35 Tahun” itu dihadiri ratusan jamaah dari Kota Bogor maupun luar daerah seperti Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Tabligh Akbar menghadirkan Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin, Ustaz Fatih Karim, dan Ustaz Koh Dennis Lim.
Ketua Yayasan RS Islam Bogor, Dwi Sudharto mengatakan tabligh akbar menjadi agenda rutin yang selalu digelar setiap peringatan milad rumah sakit. Selain sebagai sarana syiar Islam, kegiatan tersebut juga menjadi media untuk memperkenalkan misi dan kiprah RS Islam Bogor kepada masyarakat luas.
"Hari ini kita mengadakan tabligh akbar sebagai rangkaian Milad Rumah Sakit Islam Bogor ke-35. Ini memang sengaja kami selenggarakan setiap tahun. Selain memperingati milad, kegiatan ini menjadi sarana untuk menyampaikan misi dan keberadaan RS Islam Bogor kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut Dwi, RS Islam Bogor memiliki karakter berbeda dibanding rumah sakit lainnya karena berdiri di atas prinsip syariah dan wakaf. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat, khususnya kaum duafa dan ulama, menjadi salah satu prioritas utama.
Baca Juga: Jembatan Paledang-Pasir Jaya Bogor Mulai Digarap, Bentangan Capai 48 Meter
"Kami ingin menyampaikan bahwa ini rumah sakit syariah dan berbasis wakaf. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada umat, termasuk perhatian kepada kaum duafa dan para ulama. Rumah sakit wakaf ini pada hakikatnya milik umat, sehingga ketika umat sakit harus diprioritaskan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," jelasnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap RSI Bogor pun terus meningkat. Dwi mengungkapkan, jumlah kunjungan pasien melonjak signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
"Pada 2021 jumlah kunjungan pasien sekitar 62 ribu orang. Tahun 2025 meningkat menjadi hampir 108 ribu pasien. Ini menunjukkan masyarakat semakin percaya terhadap pelayanan yang kami berikan," katanya.
Peningkatan jumlah pasien tersebut membuat RSI Bogor terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Pengembangan fasilitas rumah sakit selama ini banyak ditopang melalui wakaf dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Alhamdulillah banyak pihak yang membantu. Ada yang mewakafkan gedung, alat kesehatan, ruang operasi dan fasilitas lainnya. Bantuan itu datang dari individu, lembaga, bahkan dari luar negeri seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Brunei hingga Turki," ungkapnya.
Tak hanya itu, hingga akhir Juni 2026, RSI Bogor juga tercatat telah menggratiskan pelayanan kesehatan bagi 598 pasien duafa dan ulama dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp2,1 miliar.
"Kami tidak membedakan pasien. Ada BPJS atau tidak, ada biaya atau tidak, tetap kami layani. Sampai akhir Juni ini sudah ada 598 pasien duafa dan ulama yang kami bantu dengan nilai lebih dari Rp2,1 miliar," terangnya.
Sementara itu, Direktur RS Islam Bogor, dr. Saptono Raharjo, MARS menegaskan bahwa Milad ke-35 harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat nilai-nilai syariah dalam seluruh aspek pelayanan rumah sakit.
"Semoga momentum ini menjadi pengingat bahwa bertambahnya usia bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi amanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat nilai-nilai syariah, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat," tuturnya.
Melalui peringatan Milad ke-35 ini, RSI Bogor menegaskan tekadnya untuk terus berkembang sebagai rumah sakit syariah yang profesional, amanah, dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi.(ded)
Editor : Eka Rahmawati