Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mahasiswa Demo di Depan Istana Bogor, Bawa 6 Tuntutan untuk Pemerintah

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 1 Juli 2026 | 20:04 WIB
Mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Sahid Bigir melakukan aksi demo di Jalan Sudirman Kota Bogor, Rabu, 1 Juli 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)
Mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Sahid Bigir melakukan aksi demo di Jalan Sudirman Kota Bogor, Rabu, 1 Juli 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam (IAI) Sahid Bogor menggelar aksi demo di depan Istana Bogor, Rabu, 1 Juli 2026.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sedikitnya enam tuntutan kepada pemerintah, mereka menilai sejumlah kebijakan yang diterapkan saat ini belum berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ketua DEMA IAI Sahid Bogor, Reza Rizki Hermawan mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai persoalan nasional.

"Mahasiswa akan terus berdiri di garis depan sebagai pengawas jalannya pemerintahan. Kami berharap setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat," kata Reza.

Baca Juga: Jembatan Paledang-Pasir Jaya Bogor Mulai Digarap, Bentangan Capai 48 Meter

Salah satu tuntutan yang disampaikan yakni evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mereka meminta pemerintah memastikan pengelolaan anggaran program tersebut dilakukan secara transparan, efektif, dan tepat sasaran.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dan menilai kenaikan harga BBM akan berdampak pada meningkatnya beban masyarakat serta menurunnya daya beli.

Mahasiswa juga turut menyampaikan penolakan terhadap revisi Undang-Undang Polri Tahun 2026 serta menyebut pembahasan regulasi tersebut harus tetap mengedepankan prinsip demokrasi, supremasi sipil, dan perlindungan hak-hak warga negara.

“Kami meminta DPR RI menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah secara optimal,” kata Reza dalam orasinya, Rabu, 1 Juli 2026.

Mereka juga mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai upaya memperkuat pemberantasan korupsi.

Tuntutan lainnya yakni meminta pemerintah membuka ruang partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan strategis nasional, menurut mahasiswa, setiap kebijakan yang berdampak luas harus melibatkan masyarakat dalam proses pembahasannya.

“Kami ingin memastikan akan terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah hingga seluruh tuntutan yang kami sampaikan mendapat respons,” pungkasnya.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
#istana bogor #demo #mahasiswa