RADAR BOGOR - Tumpukan sampah yang ada di TPA Galuga akan ikut diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Rencana ini sejalan dengan proyek PSEL yang kian digemborkan.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan jenin BBM yang nantinya dihasilkan dari olahan sampah di TPA Galuga yakni berupa solar ataupun bensin.
“Namanya Pirolisis Plant. Jadi bukan produksi, tapi kita memilah sampah yang sudah lama, diambil plastik, diolah menjadi bensin atau solar,” jelas Dedie.
Berdasarkan catatannya, sampah lama yang ada di TPA Galuga saat ini sudah mencapai 15 hingga 20 juta ton. Ini upaya pemerintah dalam mengelola sampah.
“Jadi selain PSEL ada tiga project dititik yang sama (Galuga) itu saling berkaitan untuk menanggunalangi permasalahan sampah yang ada di Bogor,” terang Dedie.
Sementara realisasi PSEL sendiri tinggal di depan mata. Peoject ini direncanakan akan dilakukan graund breaking pada 8 Juli 2026 mendatang.
Baca Juga: Anak Susah Makan Sayur? Ini 6 Cara Efektif agar Si Kecil Suka Sayuran Menurut Penelitian
“Kalau PSEL sejauh yang saya tau, rencana akan ada ground breaking secara nasional di tiga titik, Bogor Raya, Denpasar Raya dan Bekasi Raya itu tanggal 8 Juli,” bebernya.
Pemkot Bogor saat ini masih terus menjalin komunikasi dengan sejumlah instansi terkait. Mulai dari Kemenko Pangan, Kemen LH, Danantara hingga PLN.
Langkah tersebut mesti terus dilakukan. Dedie menjelaskan PSEL sendiri bukan proyek yang berdiri sendiri, tapi banyak instansi yang juga ikut terlibat,
“Sampah menjadi listrik itu ujung-ujungnya dipastikan disrtribusinya ada trafu PLN. Ini sebuah langkah yang komperhensif namun harus kita pastikan semua berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin