RADAR BOGOR - Pasar Jambu Dua kini jadi surga kuliner. Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dulu berjualan di sembarang tempat, banyak yang mulai pindah ke lokasi tersebut.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh Apip. Pria berusia 23 tahun itu semula berdagang Tahu Gejrot di sekitar Alun-Alun Kota Bogor atau percisnya depan Bank BRI.
“Di trotoar Alun-Alun saya jualan hampir empat tahun. Lokasinya di gate 7 atau depan Bank BRI,” kata Apip saat ditemui Radar Bogor di Pasar Jambu Dua.
Berdagang di Alun-Alun Kota Bogor bukan prihal mudah. Apip kerap kali kucing-kucingan dengan petugas, karena lokasi jualannya melanggar aturan.
“Jadi gitu ga tenang jualannya. Sering kucing-kucingan sam Pol PP. Kalau ada mereka kabur dulu nanti balik lagi,” ujar Apip, Kamis 2 Juli 2026.
Semenjak pindah ke Pasar Jambu Dua rasa khawatir itu perlahan sirna. Apip kini bisa leluasa untuk menjalankan bisnis turun temurunnya itu.
“Bedanya itu jelas jauh lebih tenang. Saya disini baru tiga minggu. Alhamdulillah disini sekarang sudah mulai ramai pembelinya bagus,” terang Apip.
Baca Juga: Barcelona Perkenalkan Jersey Home Musim 2026-2027, Ini Detail Desain dan Filosofinya
Apip berjualan di lantai dua Pasar Jambu Dua. Kedainya buka dari pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB. Direntan waktu itu, dagangannya nyaris saban hari ludes.
“Saya bawa satu kotak ini, kadang habis kadang nyisa dikit. Di Alun-Alun sebetulnya lebih ramai, tapi gitu ga tenang resikonya diangkut,” terang Apip.
Alasan Apip pindah ke Pasar Jambu Dua cukup sederhana. Akun Tiktonya sering menampilkan konten-konten tentang pusat perbelanjaan di Tanah Sareal itu.
“Iya saya taunya dari tiktok. Dan ternyata harga sewanya juga murah, saya hanya bayar Rp1 juta per tiga bulan, saya langsung tertarik,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin