RADAR BOGOR – Kepedulian terhadap anak-anak penyandang cerebral palsy di Bogor mendorong Paperina Peduli membuka program donasi.
Hal ini untuk membantu keluarga yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan terapi dan nutrisi anak cerebral palsy.
Perwakilan Paperina Peduli, Jimmy Carter, mengatakan gagasan tersebut berawal dari kegiatan santunan beberapa tahun lalu.
Saat itu, relawan berinteraksi langsung dengan anak-anak penyandang cerebral palsy dan menyaksikan tantangan yang dihadapi keluarga mereka setiap hari.
"Kami melihat sendiri bagaimana perjuangan orang tua yang memiliki anak penyandang cerebral palsy. Mereka harus mendampingi anak menjalani terapi, memenuhi kebutuhan nutrisi, sekaligus mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Bebannya sangat besar," katanya, Kamis 2 Juli 2026.
Pengalaman tersebut membuat Paperina Peduli tidak ingin berhenti pada kegiatan santunan sesaat.
Baca Juga: Film Colony Tembus 1 Juta Penonton, Film Asing Pertama 2026 yang Cetak Rekor di Indonesia
Komunitas itu kemudian berinisiatif menjalankan program bantuan yang bersifat berkelanjutan agar keluarga penerima manfaat mendapatkan dukungan setiap bulan.
Jimmy menjelaskan, sejak sekitar tiga bulan terakhir Paperina Peduli rutin menyalurkan bantuan kepada sejumlah anak penyandang cerebral palsy.
Bantuan yang diberikan berupa susu, biskuit, serta kebutuhan nutrisi lain yang dibutuhkan anak untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Menurutnya, anak penyandang cerebral palsy membutuhkan perhatian yang tidak sedikit.
Selain menjalani fisioterapi dan terapi wicara secara rutin, sebagian anak juga membutuhkan alat bantu gerak, obat-obatan, hingga asupan nutrisi yang memadai.
Seluruh kebutuhan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan harus dipenuhi secara berkelanjutan.
"Kami memahami tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Karena itu kami ingin hadir untuk sedikit meringankan beban mereka," tuturnyaa.
"Bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan semua persoalan, tetapi kami berharap bisa menjadi penyemangat agar mereka terus berjuang mendampingi anak-anaknya," ungkapnya.
Jimmy menuturkan, banyak orang tua yang harus mengatur kembali pengeluaran keluarga agar anak tetap bisa menjalani terapi.
Baca Juga: 300 Los di Pasar Jambu Dua Kota Bogor Kosong, PR Besar untuk Pengelola
Dalam kondisi tertentu, ada yang terpaksa mengurangi frekuensi terapi maupun kebutuhan lain karena keterbatasan biaya.
Padahal, terapi yang dilakukan secara rutin memiliki peran penting dalam membantu perkembangan kemampuan motorik dan kemandirian anak.
Melalui program tersebut, Paperina Peduli mengajak masyarakat ikut ambil bagian membantu anak-anak penyandang cerebral palsy.
Donasi yang terkumpul akan disalurkan setiap bulan kepada para penerima manfaat sesuai kebutuhan yang telah didata oleh relawan.
"Kami mengetuk pintu hati masyarakat. Siapa pun yang ingin berbagi kasih kepada adik-adik kita penyandang cerebral palsy, kami membuka kesempatan seluas-luasnya. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka," ucap Jimmy.
Ia memastikan seluruh bantuan yang diterima akan disalurkan secara terbuka. Paperina Peduli juga akan menyampaikan laporan dan dokumentasi penyaluran kepada para donatur sebagai bentuk pertanggungjawaban.
"Kami ingin para donatur mengetahui bahwa amanah yang diberikan benar-benar sampai kepada anak-anak yang membutuhkan. Karena itu setiap penyaluran akan kami laporkan dan dokumentasikan," katanya.
Baca Juga: Spot Nongkrong di Laoban by Uncle Osh, Kopitiam Budget Friendly yang Viral di Surken
Jimmy berharap gerakan tersebut dapat mengajak lebih banyak masyarakat untuk peduli terhadap anak-anak penyandang cerebral palsy.
Menurutnya, mereka tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan kesempatan untuk terus tumbuh, belajar, dan menjalani kehidupan dengan dukungan yang memadai.
"Jangan lelah berbuat baik. Semoga semakin banyak orang yang tergerak membantu, sehingga semakin banyak pula anak-anak istimewa yang bisa terus mendapatkan perhatian, nutrisi, dan semangat untuk menjalani hari-harinya," tutupnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin