RADAR BOGOR - BPJS Kesehatan Cabang Kota Bogor mencatat tingkat keaktifan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 80,19 persen.
Seiring capaian tersebut, BPJS kini memfokuskan upaya untuk memastikan seluruh peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan tanpa mengalami penolakan saat berobat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Bogor, Jayadi, mengatakan Kota Bogor telah mencapai Universal Health Coverage (UHC). Tingkat keaktifan peserta juga telah memenuhi target nasional.
"Dari sisi kepesertaan, cakupan kita sudah sangat tinggi dan sudah mencapai Universal Health Coverage di Kota Bogor ini. Tingkat keaktifan pesertanya juga berada di angka 80,19 persen, yang sejalan dengan target nasional dan terbilang sangat baik," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 2 Juli 2026.
Menurut Jayadi, fokus BPJS Kesehatan di tingkat cabang tidak jauh berbeda dengan kebijakan nasional, yakni memastikan seluruh peserta JKN memperoleh pelayanan kesehatan sesuai haknya.
"Fokus kami adalah memastikan peserta yang berobat tetap mendapatkan pelayanan. Jangan sampai ada penolakan dari rumah sakit. Kami juga terus memastikan status kepesertaan tetap aktif sehingga pelayanan dapat dijamin," katanya.
Baca Juga: Tips Jaga Kebugaran Tubuh Meski Bergadang Nonton Piala Dunia
Selain memastikan keaktifan peserta, BPJS Kesehatan juga terus memantau mutu pelayanan di fasilitas kesehatan.
Salah satunya dengan mengawasi sistem antrean agar waktu tunggu pasien tetap terkendali, terutama bagi kelompok lanjut usia yang membutuhkan pelayanan lebih cepat.
"Kami rutin mengecek sistem antrean. Jangan sampai ada antrean yang terlalu panjang, apalagi bagi pasien lansia yang sangat membutuhkan layanan cepat," ucapnya.
Jayadi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bogor dalam penyelenggaraan Program JKN.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya cakupan kepesertaan di Kota Bogor.
"Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota Bogor yang telah memberikan dukungan serta kepercayaan penuh kepada kami dalam menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional," tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan sesuai sistem rujukan berjenjang dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebelum dirujuk ke rumah sakit, kecuali dalam kondisi gawat darurat.
Selain itu, BPJS Kesehatan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya promotif dan preventif agar risiko penyakit dapat ditekan.
Menurut Jayadi, keberlanjutan Program JKN membutuhkan dukungan seluruh ekosistem, termasuk kepatuhan peserta dalam menjaga keaktifan kepesertaan dan memanfaatkan layanan sesuai ketentuan. (uma)
Editor : Yosep Awaludin