RADAR BOGOR – Harga telur ayam di Pasar Gembrong Sukasari, Kota Bogor, terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Pedagang menyebut banyak peternak memilih menghentikan sementara produksi karena harga jual dinilai tidak lagi sebanding dengan tingginya biaya pakan.
Pedagang telur di Pasar Gembrong Sukasari, Budi (45), mengatakan penurunan harga terjadi sejak tingkat distributor. Saat ini harga telur dijual di kisaran Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram. Bahkan, di tingkat peternak ada yang hanya dihargai Rp22 ribu per kilogram.
"Memang harganya turun dari distributor, banyak peternak memilih berhenti dulu beternak karena harganya tidak nutup dengan biaya pakan," ujar Budi kepada Radar Bogor, Jumat, 3 Juli 2026.
Baca Juga: Penanganan Longsor Kebon Pedes Bogor Masuk Tahap Persiapan, Alat Berat Mulai Diterjunkan
Menurut Budi, harga pakan yang masih tinggi membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi, kondisi itu memaksa sebagian peternak menjual telur dengan harga rendah, meski biaya operasional tidak ikut turun.
"Otomatis telur dari kandang harus dijual murah, padahal pakan tetap mahal, makanya banyak peternak yang memilih istirahat dulu," katanya.
Kondisi serupa juga terjadi pada telur puyuh, menurut Budi harga telur puyuh turun lebih dalam dibanding telur ayam.
Jika sebelumnya harga dari peternak berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp22 ribu dan di tingkat pedagang, telur puyuh dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram.
Menurutnya, banyak peternak puyuh juga mulai menghentikan produksi karena tingginya biaya pakan yang turut dipengaruhi biaya distribusi.
"Kalau BBM naik, biaya angkut ikut naik, akhirnya harga pakan juga naik, sementara harga telurnya turun," jelasnya.
Sementara itu, harga telur Omega juga mengalami penyesuaian, dari sebelumnya sekitar Rp30 ribu per kilogram, kini dijual Rp29 ribu per kilogram. Namun, pergerakan harganya lebih fluktuatif karena stok yang tersedia lebih sedikit.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Budi mengatakan pembeli dari dapur MBG kini lebih banyak mengambil pasokan langsung dari peternak dibanding membeli di pasar.
"Kalau ke sini sekarang jarang, paling kalau ada yang cari, mereka biasanya mencari harga yang paling murah," ucapnya.
Sementara itu, pedagang daging ayam, Dian (35), mengatakan harga ayam juga mengalami penurunan. Harga ayam potong kini berkisar Rp30 ribu per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp36 ribu per kilogram sedangkan harga ayam per setengah kilogram turun dari Rp18 ribu menjadi Rp15 ribu.
Berbeda dengan telur dan ayam, harga sebagian besar sayuran dan bumbu dapur di Pasar Sukasari masih relatif stabil.
Pedagang sayur dan bahan pokok, Adit (18), mengatakan hanya bawang merah yang mengalami kenaikan harga dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram. Sementara bawang putih, cabai, dan komoditas bumbu lainnya belum mengalami perubahan harga yang signifikan.
"Kenaikan bawang merah itu karena penyesuaian harga dari pemasok, kalau minyak goreng memang sedang kosong di toko, tapi bukan karena langka," katanya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati