Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

40 KK di Kota Bogor Keluhkan Debu, Bising hingga Macet Akibat Proyek Gedung di Kompleks Budi Agung

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:53 WIB
Gedung di kompleks Budi Agung Kota Bogor yang sedang dibangun. Foto: Fikri/Radar Bogor
Gedung di kompleks Budi Agung Kota Bogor yang sedang dibangun. Foto: Fikri/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Pembangunan gedung setinggi 18 lantai di Kompleks Budi Agung, Kelurahan Kedung Badak, Kota Bogor, menuai keluhan dari warga sekitar.

Sedikitnya 40 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar lokasi proyek gedung di Kompleks Budi Agung Kota Bogor mengaku terdampak oleh debu, kebisingan, kemacetan, hingga persoalan keselamatan kerja.

Perwakilan warga, Ramdany, menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan gedung di Kompleks Budi Agung Kota Bogor itu.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lulus, Siswa SMK SMAK Bogor Dibekali Sertifikasi Kompetensi Siap Kerja

Namun, mereka meminta pihak pengembang bertanggung jawab atas berbagai dampak yang muncul selama proses konstruksi.

"Kami tidak menolak proyeknya. Yang menjadi persoalan adalah dampaknya, mulai dari debu, kebisingan, jalan yang kotor hingga kemacetan," ujarnya kepada Radar Bogor.

Menurutnya, aktivitas pembangunan yang berlangsung hingga malam hari membuat warga kesulitan beristirahat. Selain itu, debu dari proyek dinilai semakin mengganggu karena bangunan belum dilengkapi jaring pelindung yang memadai.

Baca Juga: Asep Wahyuwijaya Tegaskan Regenerasi Petani Jadi Kunci Masa Depan Pangan Indonesia

Warga juga menyoroti aspek keselamatan kerja. Mereka menilai pengoperasian alat berat berupa crane yang melintas di atas jalan umum belum disertai petugas pengamanan maupun rambu peringatan bagi pengguna jalan.

Tak hanya itu, keluar-masuknya truk pengangkut material dan kendaraan proyek disebut memperparah kemacetan di Jalan Sholeh Iskandar, terutama pada jam sibuk saat aktivitas sekolah. Jalan di sekitar proyek pun kerap dipenuhi tanah yang terbawa kendaraan dari area pembangunan.

Selain mengeluhkan dampak lingkungan, warga meminta pengembang memberikan penjelasan secara terbuka mengenai fungsi gedung yang sedang dibangun serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Baca Juga: 3 Rekomendasi Tempat Kuliner Populer di Gunung Putri Bogor

Keluhan tersebut telah disampaikan melalui surat kepada Pemerintah Kota Bogor dengan tembusan ke sejumlah instansi terkait. Warga berharap persoalan ini segera mendapat solusi melalui mediasi yang difasilitasi pihak Kelurahan Kedung Badak.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Radar Bogor masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak pengembang maupun pemerintah setempat terkait keluhan warga dan langkah penanganan yang akan dilakukan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#Kompleks Budi Agung #kota bogor #proyek